Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Pejaten Timur Minta Pemprov Jaksel Bebaskan Lahan untuk Infrastruktur Penanganan Banjir

📅 Senin, 26 Jan 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Warga Pejaten Timur Minta Pemprov Jaksel Bebaskan Lahan untuk Infrastruktur Penanganan Banjir Doc: Antara/Sigid Kurniawan
Ket. Pengendara bajaj melewati banjir yang menggenangi Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan.

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menerima permintaan warga RT 05/RW P5 Pejaten Timur, Pasar Minggu untuk membebaskan lahan di daerah itu sebagai upaya penanganan infrastruktur pascabanjir.

“Jadi, mereka menunggu, tentunya nanti saya akan sampaikan ke Pak Gubernur upaya-upaya yang diharapkan oleh masyarakat dan diharapkan oleh kita juga, bagaimana agar warga di kawasan ini tidak lagi terkena banjir,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Jakarta, Senin (26/1).

Anwar mengatakan dirinya sudah berbicara dengan warga Kelurahan Pejaten terkait permintaan pembebasan lahan.

Selain itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yusuf mengucapkan terima kasih pada Walikota Jakarta Selatan yang sudah mengunjungi warga RT 05 RW 05 Pejaten Timur.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa merealisasikan normalisasi Kali Ciliwung, khususnya di Pejaten Timur, yang memang warganya berbatasan langsung dengan bantaran Kali Ciliwung.

“Harapannya, Pemprov DKI Jakarta ini bisa membebaskan dan dibangun oleh pemerintah pusat. Agar masyarakat kita ini tidak terdampak banjir lagi," ucapnya.

Diharapkan, Pemerintah Provinsi DKI mempercepat permintaan pembebasan Sungai Ciliwung khususnya bagi warga Pejaten Timur.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait normalisasi Kali Ciliwung dan akan mulai dikerjakan pada 2026.

Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta per Juli 2025, rencana panjang tanggul normalisasi Kali Ciliwung mencapai 33,69 kilometer (km). Dari total rencana itu, sebanyak 17,14 km tanggul telah dinormalisasi dan 16,55 km belum dinormalisasi.

Dalam normalisasi itu, akan ada 14 lokasi prioritas pembebasan lahan hingga 2027, yaitu Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Manggarai, Bukit Duri, Kebon Baru, Cawang, Cililitan, Balekambang, Gedong, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur dan Tanjung Barat.

Sementara empat lokasi yang telah ditetapkan adalah Cawang, Cililitan, Pengadegan dan Rawajati.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar 98 miliar rupiah untuk proyek itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

34 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.