Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenekraf Sebut Pejuang Ekraf Indonesia Telah Diakui Dunia

📅 Senin, 22 Des 2025, 19:59 WIB | Oleh:
Wamenekraf Sebut Pejuang Ekraf Indonesia Telah Diakui Dunia Doc: ANTARA/H.O Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wamenekraf Irene Umar saat memberikan sambutan dalam acara "Sosialisasi Hak Cipta Konten Kreator" di Vasa Hotel, Surabaya.

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan pejuang ekonomi kreatif termasuk kreator Indonesia saat ini sudah diakui dunia, yang dibuktikan dengan beberapa kekayaan intelektual lokal yang dilirik studio animasi luar negeri.

Dalam acara Ekraf Annual Report 2025 di Jakarta, Senin (22/12), Irene mengatakan salah satu hal yang dapat meningkatkan koneksi kreasi lokal ke pasar global ada kemampuan pitching yang baik.

“Dari semua program kita, kita memberikan panggung sebesar-besarnya untuk para pejuang ekraf supaya bisa tampil, harapan kita cuma satu, yuk tampil bareng, karena sendirian kita malu-malu yuk cari teman pegangan,” kata Irene.

Irene mengatakan dari semua deputi di Kementerian Ekraf memiliki tujuan yang sama untuk bisa menjual produk ekraf tidak hanya di nasional namun juga membidik pasar internasional.

Produk kreatif Indonesia, kata Irene, sudah diakui dunia mulai dari produk digital maupun non digital maka itu dengan produk yang ada bisa menghasilkan pendapatan baru dan menciptakan mesin ekonomi baru.

“Karena komitmen kita dari awal adalah mempergunakan produk lokal guna mendorong ekonomi kreatif. Dari semua hexahelix yang ada juga harus bareng-bareng mendorong, karena produk ekonomi kreatif itu bukan hanya di Indonesia tapi kadang kala lebih dihargai oleh internasional,” kata Irene.

Selama tahun 2025 Kemenekraf juga berpartisipasi dalam mendorong IP lokal bersaing di industri internasional dengan memfasilitasi pitching dengan investor luar negeri seperti pada acara ATF Singapore 2025.

Selain itu Kemenekraf juga telah melakukan penanda tanganan kerjasama dengan pemerintah Perancis, Saudi, Jerman, Russia, dan beberapa negara lainnya sebagai tanda ekonomi kreatif Indonesia diminati pasar luar.

Salah satunya juga dilakukan Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan Pembiayaan dan Investasi yang mempunyai program unggulan yaitu Ekraf Bisnis Forum yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan akses pembiayaan ekraf lintas skema pendanaan dan percepatan realisasi investasi melalui penguatan ekosistem dan bisnis matching global.

Indonesia juga akan kembali menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy pada bulan Oktober 2026 di mana forum ini mengundang negara seluruh dunia untuk diskusi menentukan arah terkait dengan ekonomi kreatif dunia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

21 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.