Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Mataram Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

📅 Senin, 01 Sep 2025, 16:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wali Kota Mataram Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Doc: ANTARA 
Ket. Kegiatan rapat koordinasi dengan pejabat, camat, dan lurah se-Kota Mataram yang aula pendopo Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terkait isu aksi unjuk rasa, Senin (1/9/2025).

MATARAM – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengimbau masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan.

"Pesan-pesan yang disampaikan secara masif di media sosial harus dicerna dan dipahami dengan baik," katanya di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (01/9).

Hal tersebut disampaikan usai menggelar rapat koordinasi dengan pejabat, camat, dan lurah se-Kota Mataram di Aula Pendopo Wali Kota Mataram.

Pesan-pesan keadaan yang mengacu terhadap upaya provokatif, katanya, bisa berdampak memicu masyarakat bertindak hal yang tidak baik.

Ia mengakui penyampaian aspirasi yang dilakukan mahasiswa melalui aksi unjuk rasa tidak menjadi soal sebab cara itu dipayungi undang-indang.

Dengan cara itu, mereka mengekspresikan hasil pengamatan terhadap situasi perkembangan dan dinamika politik yang terjadi.

Akan tetapi, cara-cara itu sebaiknya dilakukan dengan wajar, tidak anarkisme yang berujung pada perusakan fasilitas umum pemerintah.

Oleh karena itu, ruang aspirasi harus diberikan, agar tidak mencederai ide besar gagasan yang sudah terkonsep dengan baik.

"Yang pasti, jangan sampai ada manfaatkan situasi untuk agenda dan kepentingan sendiri yang bisa memberikan dampak terhadap situasi yang berkembang," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, kembali beraktivitas dengan normal, dan mempercayakan kepada pemerintah untuk melaksanakan apa yang perlu dikoreksi dalam sistem ketaatan negara.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing, saling menghormati dan tidak mentoleransi anarkisme berlebihan yang bisa merugikan sesama anak bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.