Wagub Rano Karno: Gereja Punya Peran Penting Jaga Toleransi dan Karakter Warga Jakarta
📅 Senin, 23 Feb 2026, 12:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya peran gereja dalam memperkuat karakter dan toleransi masyarakat ibu kota. Hal itu disampaikan saat membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (23/2).
Menurut Rano, Jakarta bukan sekadar pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, tetapi juga ruang hidup yang dibangun di atas nilai, etika, serta tanggung jawab sosial. Karena itu, lembaga keagamaan dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat.
"Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, tetapi juga ruang hidup yang dibangun di atas nilai, etika, serta tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, peran lembaga keagamaan sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat," ujar Rano.
Ia menyambut baik pelaksanaan Sidang MPL PGIW sebagai bentuk komitmen gereja-gereja di Jakarta untuk terus berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Forum tersebut dinilai bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menjawab dinamika kota metropolitan.
Rano menilai fokus pembahasan sidang yang mencakup isu keluarga, lingkungan, dan persatuan sangat relevan dengan tantangan pembangunan Jakarta saat ini. Ketiga isu tersebut dianggap menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan harmonis.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi berkarakter. Kepedulian terhadap lingkungan menjaga kualitas hidup kota, dan semangat persatuan menjadi fondasi utama dalam merawat keberagaman Jakarta," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Jakarta merupakan rumah bagi berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya yang hidup berdampingan. Dalam konteks tersebut, gereja diharapkan terus menanamkan nilai kasih, toleransi, dan saling menghormati di tengah masyarakat.
Selain memperkuat nilai kebersamaan, gereja juga diharapkan menghadirkan solusi nyata atas persoalan sosial, mulai dari pendidikan, kesehatan keluarga, hingga pendampingan generasi muda. Peran tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan kota berjalan seimbang antara aspek material dan spiritual.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jakarta tumbuh menjadi kota yang merayakan kemajemukan dengan penuh rasa syukur. Keberagaman bukan untuk ditoleransi sekadarnya, melainkan harus dirayakan sepenuh hati sebagai identitas dan kebanggaan Jakarta," paparnya.
Menjelang rencana pergantian kepengurusan PGIW pada November mendatang, Rano menilai sinergi antara organisasi gereja dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci agar program pelayanan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Saya berharap proses pergantian kepengurusan ini berjalan dengan baik dan menghadirkan kepemimpinan yang solid serta responsif terhadap dinamika Jakarta. Ini bukan sekadar perubahan struktur, tetapi momentum untuk memperkuat arah pelayanan agar tetap relevan dan berdampak," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!