Wagub Rano Ajak Ormas Keagamaan Siapkan Agenda Spesial Menuju 500 Tahun Jakarta 2027
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 14:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memanfaatkan momentum Musyawarah Kerja Wilayah Rabithah Alawiyah DPW DKI Jakarta 2026 untuk mendorong persiapan agenda besar menuju peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Acara yang digelar di The Allwyn Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Kamis (22/1), itu menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan.
Muskerwil tahun ini mengangkat tema "Memperkokoh Ukhuwah, Meningkatkan Khidmat: Rabithah Alawiyah Jakarta sebagai Pilar Persatuan Umat" yang menekankan peran sosial-keagamaan di tengah dinamika kota metropolitan. Rano menilai forum tersebut strategis untuk menyatukan visi pembangunan sosial yang relevan dengan tantangan Jakarta sebagai kota global.
"Peran itu tercermin melalui berbagai program Rabithah Alawiyah di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan dakwah, seperti pemberian beasiswa sarjana, pendidikan kader ulama, layanan kesehatan gratis, serta bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di berbagai daerah," ujar Rano.
Ia menegaskan program-program tersebut selaras dengan upaya Pemprov DKI dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Jakarta.
"Rabithah Alawiyah merupakan bagian dari sejarah dan pembangunan Jakarta sejak 1928, mari kita bangun Jakarta bersama-sama," kata Rano.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyebut peringatan 500 tahun Jakarta sebagai momentum langka yang harus dipersiapkan secara matang dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Selain menyoroti agenda 2027, Rano menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor akan mempercepat terwujudnya Jakarta yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
"Rabithah Alawiyah telah menunjukkan peran penting dalam menjaga persatuan umat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang," tutur Rano.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai kontribusi tersebut sangat krusial di tengah karakter masyarakat Jakarta yang majemuk dan dinamis. Terlebih lagi, Jakarta memang kota yang memiliki urbanisasi tinggi, sehingga berbagai suku, agama, maupun latar belakang ada di kota ini.
Rano berharap Muskerwil ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga melahirkan program kerja yang aplikatif dan berdampak langsung ke masyarakat. Ia menutup acara dengan ajakan agar seluruh elemen terus menjaga ruang dialog, silaturahmi, dan kerja kolaboratif demi masa depan Jakarta yang lebih berkeadaban.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!