Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waduh Banyak Sekali, 515 Warga Kabupaten Timor Tengah Selatan Jadi Korban Gigitan Anjing

📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh Banyak Sekali, 515 Warga Kabupaten Timor Tengah Selatan Jadi Korban Gigitan Anjing Doc: ANTARA/Benny Jahang
Ket. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohana Lisapaly.

Kupang - Waduh banyak sekali. Kepala Dinas Peternakan Nusa Tenggara Timur (NTT)Yohana Lisapaly menyebutkan 515 orang warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi korban gigitan anjing yang diduga terpapar virus rabies.

"Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menerima laporan dari Kabupaten Timor Tengah Selatan bahwa terdapat 515 kasus gigitan anjing yang terjadi dalam dua bulan terakhir," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTTYohana Lisapaly di Kupang, Jumat.

Hal itu dikatakan terkait upaya pemerintah dalam penanganan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Kasus rabies di kabupaten itu yang terjadi sejak 22 April 2023 telah menyebar ke 131 desa di 28 kecamatan dengan jumlah korban gigitan mencapai 515 orang.

Menurutnya, penanggulangan kasus rabies yang sangat mudah dan murah guna menghindari dan meluasnya penyebaran virus rabies adalah dengan mengandangkan hewan peliharaan.

Dia mengatakan anjing peliharaan warga agar diikat sehingga tidak berkeliaran dan bertemu dengan anjing yang telah terpapar virus rabies yang bisa berpotensi terjadi penularan dengan cepat.

"PemprovNTT berharap para pemilik satwa yang berpotensi dapat menularkan rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan dapat mengantisipasi dengan mengikat atau mengandangkan hewan peliharaan karena dengan diikat atau dimasukkan dalam kandang, maka potensi terinfeksi rabies sangat kecil," kata Yohana Lisapaly.

Apabila hewan peliharaan dikandangkan, lanjutnya, maka dapat mencegah risiko untuk menggigit orang, yang dapat membahayakan jiwa .

"Kami juga berharap warga segera melakukan vaksin anti rabies terhadap hewan peliharaan sehingga tidak mudah terinfeksi virus rabies," kata Yohana.

Menurut dia, Pemprov NTT juga telah meminta Pemkab Timur Tengah Selatan mengecek secara jelas 515 kasus gigitan anjing apakah positif rabies atau tidak.

"Ternyata tidak semuanya merupakan gigitan dari anjing yang terinfeksi rabies karena korban tidak memiliki tanda-tanda terinfeksi rabies, semua korban gigitan anjing telah dilakukan tindakan perawatan. Sesuai laporan hanya empat kasus gigitan anjing rabies," ujarnya.

Dia berharap para korban gigitan anjing selalu waspada dan apabila menemui adanya gejala yang mengarah kepada ciri anjing rabies, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.