Usulan Keren, Tiongkok Desak Negara-negara Besar Tarik Senjata Nuklir di Luar Negeri
📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 21:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/Xinhua
Ankara - Usulan keren. Tiongkok meminta negara-negara besar untuk menarik senjata nuklir yang mereka tempatkan di luar negeri dan membatalkan perjanjian dengan negara-negara yang ditempati untuk mengurangi risiko perang nuklir.
"Kami menyerukan penghapusan pengaturan pembagian nuklir dan menganjurkan tidak ada penyebaran senjata nuklir di luar negeri oleh semua negara pemilik senjata nuklir dan penarikan senjata nuklir yang dikerahkan di atas kapal," kata Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Geng Shuang dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Jumat (31/3).
Geng menegaskan bahwa Tiongkok berkomitmen kuat pada strategi pertahanan nuklir dan telah menjunjung tinggi janji untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu kapan pun dan dalam keadaan apa pun.
Mengenai perang yang sedang berlangsung di Ukraina, dia mendesak masyarakat internasional untuk memainkan perannya dalam mempromosikan pembicaraan damai dan menciptakan kondisi untuk dimulainya kembali negosiasi lebih awal, karena itu adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Semua pihak harus tetap rasional dan menahan diri, menghindari ketegangan yang semakin parah, mengurangi gesekan, menghentikan semua tindakan yang berkontribusi untuk memperpanjang perang, dan mencegah krisis semakin memburuk atau bahkan lepas kendali," kata Geng.
Dia meyakinkan Dewan Keamanan PBB bahwa Beijing akan terus memainkan peran konstruktif dalam mengusahakan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian di wilayah tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!