Usaha Jangkrik di Lebak, Inovasi Kecil yang Menghidupkan Ekonomi
📅 Minggu, 27 Apr 2025, 18:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Mansyur
LEBAK - Ternak jangkrik dapat dilakukan secara skala kecil (untuk hobi) atau skala besar (untuk bisnis). Jangkrik merupakan sumber protein yang baik dan bermanfaat bagi hewan peliharaan.
Ternak jangkrik dapat menjadi sumber pendapatan yang cukup menjanjikan. Jangkrik siap dipanen setelah mencapai ukuran dewasa (sekitar 8-10 pekan).
Pelaku usaha penangkaran jangkrik di Kabupaten Lebak, Banten, tumbuh dan berkembang menggulirkan pendapatan ekonomi masyarakat, karena permintaan pasar cenderung meningkat.
"Kami sekarang menggeluti usaha penangkaran jangkrik dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp9 juta per bulan," kata Sunardi (50), warga Bojong Apus Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Minggu (27/4).
Usaha penangkaran jangkrik kini di kampungnya itu menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat, sebab permintaan pedagang kios burung di wilayah Banten cukup tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, para penangkar jangkrik tersebut dijual produksinya ke penampung.
Produksi jangkrik itu untuk kebutuhan pakan burung berkicau, bahan pencampur umpan untuk mancing ikan dan pakan ikan arwana.
"Kami bersama warga di sini menjual jangkrik ke penampung dengan harga Rp30 ribu per kg dan produksi 300 kilogram, sehingga menghasilkan uang Rp9 juta per bulan," katanya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu juga penangkaran jangkrik lainya, Budiman (55), warga Kalanganyar Kabupaten, Lebak mengaku bahwa dirinya sudah lima tahun terakhir menghasilkan produksi jangkrik rata-rata 300 kilogram akibat keterbatasan modal.
Saat ini, harga jangkrik relatif stabil hingga di tingkat pengepul atau penampung Rp30 ribu per kg.
"Jika produksi jangkrik 300 kilogram itu dengan harga Rp30 ribu per kg, maka menghasilkan pendapatan Rp9 juta per bulan," katanya pula.
Menurut dia, penangkar jangkrik di wilayahnya itu beragam profesi mulai pedagang, buruh bangunan, petani, pengemudi angkutan hingga pegawai aparatur sipil negara.
Namun, mereka kini banyak warga menggeluti usaha penangkaran jangkrik menjadi sampingan.
"Kami sehari-hari pedagang makanan keliling dan sore hari menggeluti usaha penangkaran," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!