Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Universitas Brawijaya Sampaikan Sikap Terkait Suasana Politik Indonesia

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Universitas Brawijaya Sampaikan Sikap Terkait Suasana Politik Indonesia Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ket. Anggota Dewan Profesor dan perwakilan civitas academica Universitas Brawijaya mengikuti pembacaan pernyataan sikap tentang penegakan hukum dan etika demokrasi di Indonesia di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (6/2/2024).

Malang - Civitas academica Universitas Brawijaya (UB) menyampaikan sikap terkait dengan suasana politik di Indonesia yang fokus pada penegakan hukum dan etika demokrasi di Tanah Air.

Sekretaris Dewan Profesor Universitas Brawijaya Prof. Sukir Maryantodi Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, menyebutkan ada delapan poin utama yang menjadi sikap civitas academica Universitas Brawijaya terkait dengan situasi politik di Indonesia.

"Mengimbau Pemerintah dan aparat penegak hukum agar menjunjung tinggi prinsip keadilan, tidak tebang pilih, tidak mencederai demokrasi dan kebebasan berpendapat, serta bebas dari kepentingan politik praktis," katanya.

Prof. Sukir mengimbau Pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mahkamah Konstitusi (MK), dan aparat penegak hukum untuk tidak menjadikan hukum sebagai instrumen politiksehingga hukum alpa dari nilai-nilai moral dan etika.

Ketiga, mengimbau pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, dan desa agar tetap menjaga etika berdemokrasi, netralitas, dan menjaga suasana agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, serta jujurdan adil (luberjurdil)

Kepemimpinan nasional, lanjut dia, harus mampu menjadi teladan untuk menjunjung nilai-nilai hukum dan demokrasiagar masyarakat memiliki panutan dalam menghadapi hiruk pikuk yang seharusnya menjadi pesta rakyat yang menyenangkan dan membahagiakan.

"Mengimbau TNI, Polri, dan ASN agar bersikap netral dan menjaga agar pemilu berjalan damai dan aman," lanjutnya.

Selain itu, Prof. Sukir menghimbau penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), agar berkomitmen kuat untuk melaksanakan pemilu yang bermartabat, luber, dan jurdil.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbaupasangan calon presiden/wakil presiden dan calon anggota legislatif (caleg) untuk melaksanakan etika berpolitik, mengedepankan visi dan program, tidak menggunakan fasilitas negara, dan tidak melakukan politik uang.

Ketujuh, civitas academica UB yang mencakup dewan profesor dan guru besar, dosen akademisi, termasuk mahasiswa,menghimbau pimpinan partai politik untuk mengembalikan citra dan kemurnian demokrasi pada rohnya.

"Kedaulatan ada pada rakyat dan tidak boleh ada campur tangan kekuasaan. Terakhir, menghimbau tokoh masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia agar menjaga ketenteraman, ketertiban selama penyelenggaraan pemilu demi persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menjunjung nilai perjuangan, persatuan, dan etika luhurmeminta semua pihak untuk menjaga pesta demokrasi yang berkeadilan, berbudaya, serta menjunjung nilai Brawijaya dan Pancasila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.