Umur Panjang Ditentukan dari Kadar Biomarker dalam Darah
📅 Selasa, 17 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/ Pascal POCHARD-CASABIANCA
Biomarker dalam darah menentukan seseorang bisa berumur panjang hingga lebih 100 tahun. Penelitian terbaru mengungkap beberapa biomarker umum, seperti kadar kolesterol, tingkat kreatinin, dan kadar asam urat, turut berperan dalam rahasia ini.
Centenarian yang dahulu dianggap langka, kini menjadi hal biasa. Memang benar, mereka adalah kelompok demografis dengan pertumbuhan tercepat dalam populasi dunia, saat ini jumlah meningkat dua kali lipat setiap sepuluh tahun sejak era '70-an.
Berapa lama manusia dapat hidup, apa yang menentukan umur panjang dan sehat, telah menjadi perhatian lama. Bahkan Plato dan Aristoteles berdiskusi dan menulis tentang proses penuaan lebih dari 2.300 tahun yang lalu.
Namun upaya untuk memahami rahasia di balik umur panjang yang luar biasa tidaklah mudah. Hal ini melibatkan mengungkap interaksi kompleks antara kecenderungan genetik dan faktor gaya hidup serta bagaimana keduanya berinteraksi sepanjang hidup seseorang.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan diGeroScience, telah mengungkap beberapa biomarker umum, termasuk kadar kolesterol pada orang yang berusia lebih dari 90 tahun. Biomarker merupakan penanda biologis yang dapat diambil dari spesimen dalam tubuh yang dapat diukur dan dievaluasi secara objektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nonagenarian atau usia non-usia dan centenarian atau usia seratus tahun, telah lama menjadi perhatian para ilmuwan karena mereka dapat membantu memahami cara hidup lebih lama. Selain itu mungkin juga cara menua dengan kesehatan yang lebih baik.
"Sejauh ini, penelitian terhadap orang berusia seratus tahun sering kali berskala kecil dan terfokus pada kelompok tertentu. Misalnya, tidak termasuk orang berusia seratus tahun yang tinggal di panti jompo," kata Karin Modig, Profesor Madya Epidemiologi dari Institut Karolinska, dalam tulisannya diThe Conversation.
Penelitian yang Modig lakukan adalah penelitian terbesar yang membandingkan profil biomarker yang diukur sepanjang hidup antara orang-orang yang berumur sangat panjang dan rekan-rekan mereka yang berumur lebih pendek hingga saat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia membandingkan profil biomarker orang-orang yang hidup melewati usia 100 tahun, dan rekan-rekan mereka yang berumur lebih pendek, dan menyelidiki hubungan antara profil tersebut dan peluang untuk menjadi seorang centenarian.
"Penelitian kami mencakup data dari 44.000 orang Swedia yang menjalani pemeriksaan kesehatan pada usia 64-99 tahun mereka adalah sampel dari kelompok Amoris," kata dia.
Para peserta ini kemudian ditindaklanjuti melalui data sensus Swedia hingga 35 tahun. Dari jumlah tersebut, 1.224, atau 2,7 persen, hidup sampai usia 100 tahun. Mayoritas (85 persen) dari mereka yang berumur seratus tahun adalah perempuan.
Dua belas biomarker berbasis darah yang berhubungan dengan peradangan, metabolisme, fungsi hati dan ginjal, serta potensi malnutrisi dan anemia, dimasukkan. Semua ini telah dikaitkan dengan penuaan atau kematian pada penelitian sebelumnya. Biomarker yang terkait dengan peradangan adalah asam urat produk limbah dalam tubuh yang disebabkan oleh pencernaan makanan tertentu.
Modig juga melihat penanda yang terkait dengan status dan fungsi metabolisme termasuk kolesterol total dan penanda yang terkait dengan fungsi hati, sepertialanine aminotransferase(Alat),alanine aminotransferase(Asat),gamma-glutamyl transferase(GGT),alkaline fosfatase(Alp) danlactate dehydrogenase(LD).
"Kami juga mengamati kreatinin, yang terkait dengan fungsi ginjal, serta zat besi dan kapasitas pengikatan besi total (TIBC), yang terkait dengan anemia. Terakhir, kami juga menyelidiki albumin, suatu biomarker yang terkait dengan nutrisi," ungkap Modig.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!