Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UMKM Melejit! Raup Cuan Triliunan di Awal 2025

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
UMKM Melejit! Raup Cuan Triliunan di Awal 2025 Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - UMKM mebel dan furnitur.

JAKARTA – Business matching membuka peluang bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bertemu langsung dengan calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini dapat menghasilkan peningkatan penjualan dan transaksi yang signifikan bagi UMKM.

Melalui business matching, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor. Ini membantu mereka untuk tidak hanya bergantung pada pasar lokal dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu pasar.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total transaksi penjajakan bisnis atau business matching dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada Januari-Mei 2025 mencapai 68,65 juta dolar AS atau setara Rp1,1 triliun.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan nilai tersebut tumbuh 19,16 persen dibandingkan Januari-April 2025 dengan total transaksi 57,61 juta dolar AS.

"Kami terus berkomitmen membuka akses pasar seluas-luasnya bagi produk UMKM. Business matching menjadi jembatan penting agar pelaku UMKM mengenal pasar global dan mampu mencatatkan transaksi yang nyata dengan buyer luar negeri," ujar Puntodewi melalui keterangan di Jakarta, Rabu (18/6).

Puntodewi menjelaskan dalam lima bulan pertama 2025, Kemendag melalui perwakilan perdagangan (perwadag) RI di 33 negara akreditasi telah memfasilitasi 296 kegiatan business matching.

Kegiatan ini terdiri atas 197 sesi pitching dan 99 sesi pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan buyer potensial.

Total capaian business matching selama periode Mei 2025 menghasilkan potensi transaksi senilai 11,05 juta dolar AS, terdiri atas purchase order (PO) 10,65 juta dolar AS dan potensi transaksi 400 ribu dolar AS.

Pada Mei 2025, terlaksana 50 kegiatan business matching, dengan rincian 32 sesi pitching dan 18 pertemuan dengan buyer. Sebanyak 119 UMKM turut berpartisipasi dari jenis produk yang cukup beragam, antara lain, fesyen, kerajinan, dekorasi rumah (home decor), belalang goreng, produk perikanan, kopi, kertas, serta makanan dan minuman olahan lainnya.

Pada periode tersebut, Kemendag juga mencatat lebih dari 17 buyer telah terlibat dalam kegiatan ini. Para buyer berasal dari tujuh negara mitra.

Hal ini menunjukkan keseriusan buyer internasional terhadap produk-produk UMKM Indonesia sekaligus membuka peluang kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan business matching, Kemendag memperoleh dukungan aktif dari 11 pembina UMKM. Beberapa di antaranya merupakan lembaga strategis seperti Padi UMKM, Bank Indonesia (BI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), dan Pertamina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.