Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Perintahkan Peninjauan Baru Rencana Akuisisi US Steel oleh Nippon Steel

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 15:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Perintahkan Peninjauan Baru Rencana Akuisisi US Steel oleh Nippon Steel Doc: NHK

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah memerintahkan peninjauan baru terhadap rencana Nippon Steel untuk mengakuisisi US Steel.

Trump pada Senin (7/4) menandatangani dokumen yang menginstruksikan Komite Investasi Asing di AS (CFIUS) untuk melakukan peninjauan guna membantu dirinya menentukan "apakah tindakan lebih lanjut dalam hal ini mungkin tepat".

Sebelumnya saat meninjau proposal tersebut, komite itu tidak dapat mencapai konsensus dan menyerahkan keputusan akhir kepada Presiden Joe Biden. Biden memblokir kesepakatan tersebut pada Januari, dengan menyebut alasan masalah keamanan nasional.

“Trump memberi waktu 45 hari kepada komite itu untuk menyerahkan rekomendasi mengenai apakah tindakan yang diusulkan oleh pihak-pihak terkait, termasuk Nippon Steel, cukup untuk mengurangi risiko keamanan nasional apa pun yang diidentifikasi oleh CFIUS,” lapor kantor berita NHK, Selasa (8/4).

Para pakar mengatakan sangat jarang bagi komite itu untuk meninjau kembali kasus yang sama. Tinjauan ulang CFIUS tidak akan terikat oleh keputusan sebelumnya.

Nippon Steel terus berupaya mengambil alih US Steel dan mengubahnya menjadi anak perusahaan. Namun, Trump telah mengatakan, "Tidak seorang pun dapat memiliki saham mayoritas US Steel."

Atas perintah peninjauan terbaru Trump itu, pihak Nippon Steel mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS itu. Produsen baja Jepang itu mengeluarkan komentar tersebut setelah Trump menandatangani dokumen pada Senin yang menginstruksikan Komite Investasi Asing di AS untuk melakukan peninjauan.

Nippon Steel menyampaikan harapannya agar peninjauan ini dapat selesai lebih awal, agar pihaknya dapat melaksanakan rencana investasi di AS.

Perusahaan itu mengatakan rencana tersebut dirancang untuk menjadikan US Steel sebagai produsen baja terkemuka dunia yang dapat memasok produk berkualitas tinggi kepada kliennya di AS serta memperkuat sektor manufaktur negara tersebut.

US Steel juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, "Keputusan Presiden Trump hari ini sangat penting saat kami berupaya mewujudkan tingkat investasi baru dan bersejarah dalam pembuatan baja Amerika."

Perusahaan itu mengatakan, "Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan Presiden Trump dan pemerintahannya untuk merampungkan investasi yang signifikan dan penting ini, yang akan mempertahankan lapangan kerja yang ada, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan keamanan nasional, dan menjamin masa depan yang cerah bagi manufaktur Amerika." NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.