Tren Playdate di Masyarakat Urban, Apa Manfaatnya bagi Anak dan Orangtua?
📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 12:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Odua Images
Fitri Arlinkasari, Universitas Yarsi
Menjelang libur sekolah biasanya banyak orang tua mulai sibuk membuat rencana kegiatan yang menyenangkan bagi anak, salah satu yang sedang tren di kalangan orang tua muda adalah merencanakan playdate.
Playdate merupakan suatu kegiatan ketika dua anak atau lebih (rata-rata usia 2-8 tahun) bertemu dan bermain dalam suatu pertemuan yang diatur, diselenggarakan, dan diawasi oleh orang tua atau pengasuhnya. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan di dalam ruangan, seperti tempat bermain anak dan di kediaman orang tua salah satu anak tersebut.
Playdate biasanya melibatkan anak-anak dalam kelompok usia yang serupa dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi dan bersenang-senang bersama. Kegiatan ini juga bisa menjadi wadah untuk orang tua untuk bersosialisasi dengan orang tua lainnya dan mengisi waktu di luar kepenatan pekerjaan.
Kegiatan playdate saat ini ternyata tak hanya sekadar menjadi jembatan untuk menyeimbangkan kebutuhan anak untuk bermain dan kesempatan orang tua untuk mengawasi anak bermain, tetapi juga memberikan manfaat yang sama banyaknya untuk anak dan orang tua secara mental.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa itu playdate?
Konsep playdate sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 1980-an, dan merupakan salah satu hasil dari masa kanak-kanak masyarakat modern yang terinstitusikan (institutionalization of childhood).
Konteks terinstitusikan di sini adalah ketika anak lebih banyak menghabiskan waktunya dalam institusi formal, seperti sekolah dan tempat penitipan anak dengan kurikulum standar, jadwal yang ketat, dan tujuan yang telah ditentukan oleh masyarakat. Ini membuat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam lingkungan dengan kegiatan, rutinitas, dan interaksi yang terstruktur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fenomena playdate pun termasuk dalam konteks tersebut, sebab alih-alih diinisiasi anak, playdate umumnya direncanakan oleh orang tua.
Bagi keluarga di perkotaan, playdate seringkali menjadi jalan tengah antara kebutuhan bermain anak dan kebutuhan orang tua untuk mengawasi anak bermain. Minimnya ruang terbuka hijau yang aman dan kekhawatiran orang tua jika anak bermain di luar membuat orang tua merasa perlu mengawasi kegiatan bermain anak di luar rumah.
Dampaknya, corak permainan anak, yang semula bebas (free play) dan berada di luar ruangan berangsur menjadi lebih indoor, terstruktur dan dengan pengawasan orang dewasa. Ini menjadi salah satu praktik playdate.
Manfaat playdate bagi anak
Dalam bidang psikologi anak, free play atau bermain bebas adalah aktivitas yang didorong oleh motivasi intrinsik, melibatkan keterlibatan aktif, dan menghasilkan kegembiraan. Bermain dilakukan secara sukarela dan spontan.
American Academy of Pediatrics menyatakan dalam laporan klinis tahun 2018 bahwa bermain membantu anak mengembangkan keterampilan kognitif dan fungsi eksekutif, kecakapan sosial-emosional, pemecahan masalah, kerja sama, dan kreativitas. Meski memiliki sifat yang berbeda dari free play, kegiatan bermain dalam playdate memiliki juga berbagai manfaat bagi perkembangan anak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!