TNI AL Tingkatkan Inventaris Fregat untuk Perkuat Kemampuan Maritim
📅 Jumat, 04 Jul 2025, 14:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Fincantieri
JAKARTA - Indonesia melalui TNI?Angkatan Laut aktif memperluas inventaris fregatnya sebagai bagian dari program modernisasi kekuatan laut yang dijalankan sejak 2019. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menginisiasi pengadaan kapal fregat dari beberapa negara mitra, antara lain Inggris, Italia, dan Prancis, dengan tujuan meningkatkan kapabilitas dan transfer teknologi bagi industri galangan kapal dalam negeri.
Saat ini, Indonesia sedang membangun kapal fregat Merah Putih berbasis desain Arrowhead 140 di galangan PT PAL Surabaya, dengan dua unit pertama telah memulai produksi sejak akhir 2022 dan pertengahan 2024. Selain itu, kontrak senilai sekitar €1,2 miliar telah ditandatangani untuk memperoleh dua fregat kelas Thaon di Revel dari Italia, yang akan meningkatkan kapasitas pengawasan maritim dan anti-kapal selam.
Program modernisasi juga mencakup rencana memperkuat armada kapal selam Scorpene buatan Perancis, serta pengembangan kapal patroli offshore (OPV) kelas Raja Haji Fisabilillah buatan dalam negeri. OPV ini memiliki tonase 2.100 ton dan dilengkapi rudal Atmaca serta sistem tempur canggih yang setara fregat ringan.
Menurut data terbaru, TNI-AL menargetkan memiliki 36 fregat, 42 OPV, serta 12 kapal selam pada tahun 2024–2025. Rencana ini mencerminkan ambisi menjadikan angkatan laut biru (blue-water navy) yang mampu menjangkau perairan luas dan menjaga kedaulatan wilayah laut Nusantara.
Namun upaya ini membawa tantangan pelik dalam aspek interoperabilitas, pelatihan awak, dan pemeliharaan armada yang beragam asal-usul. Personel TNI-AL perlu membiasakan diri dengan sistem manajemen tempur, radar, dan senjata yang berbeda-beda sesuai negara pembuat, yang menuntut waktu hingga enam bulan pelatihan per kapal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara keseluruhan, meski peningkatan fregat signifikan dapat memperkuat pertahanan maritim dan posisi strategis Indonesia di Indo?Pasifik, tantangan pengadaan, pendanaan, dan sumber daya manusia harus dihadapi agar modernisasi dapat berjalan optimal. Keseriusan pemerintah melalui dukungan anggaran dan kolaborasi industrial mendukung pemenuhan target ambisius tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!