Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNI Tegaskan Kabar RSUD Madi di Paniai Ditutup itu Hoax

📅 Senin, 27 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
TNI Tegaskan Kabar RSUD Madi di Paniai Ditutup itu Hoax Doc: ANTARA/Spedy Paereng
Ket. Gelar Pasukan Sejumlah prajurit Yonkav Kodam Cendrawasih Papua, berada di kendaraan tempur mereka ketika melakukan patroli di kota Timika, Papua, Rabu (30/11). Sebanyak 750 personil TNI/Polri disiagakan untuk mengantisipasi peringatan 1 Desember di sekitar Timika.

Jakarta - Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih Letkol Infanteri Candra Kurniawan menegaskan kabar yang menyebut aparat gabungan TNI dan Polri mengusir pasien dan menutup ruang IGD RSUD Madi di Paniai merupakan kabar bohong (hoax).

Kapendam menilai kabar bohong itu sengaja disiarkan oleh kelompok separatis OPM untuk membuat kegaduhan, karena yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri di RSUD Madi, Paniai, Papua Tengah, mengamankan fasilitas kesehatan itu dari ancaman OPM, yang diyakini berniat membakar rumah sakit.

"Berita yang menyebar itu adalahhoaxyang sengaja dihembuskan oleh OPM dan simpatisannya. Justru saat ini, aparat TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) 527 membantu melaksanakan pengamanan RSUD Madi Paniai, karena ada pengaduan dari masyarakat gerombolan OPM akan membakar RSUD tersebut," kata Kapendam Cendrawasih saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Dia menambahkan kehadiran aparat gabungan TNI-Polri di RSUD Madi Paniai juga atas permintaan tim medis yang khawatir keselamatannya terancam oleh kelompok separatis OPM.

Dalam kesempatan yang sama, Kapendam Cendrawasih juga menjelaskan sejumlah narasi yang menyesatkan di media sosial, termasuk di antaranya isu pasien anak-anak dipaksa cari rumah sakit, pintu RSUD ditutup dengan cara dipalang, dan sejumlah foto-foto lama kembali beredar dengan narasi yang keliru.

Penerangan Kodam Cendrawasih, Candra menjelaskan, telah menghubungi langsung pihak rumah sakit dan mencari tahu kebenaran video dan foto-foto yang beredar di media sosial itu. Beberapa penjelasan dari pihak RSUD, antara lain kunci pintu rumah sakit rusak, sehingga pintu dipalang agar obat-obatan dan peralatan medis tidak hilang.

"Tenaga medis dan pihak RSUD Madi membantah beritahoaxitu. Bahkan, menegaskan bahwa pegawai RSUD menutup pintu dengan cara memalang, karena takut obat-obatan dan alat medis hilang. Sedangkan, pasien anak-anak dialihkan ke RS Deiyai, karena RSUD Madi tidak punya dokter spesialis anak," kata Kapendam.

"Jadi, sekarang sudah jelas bahwa TNI tidak pernah mengusir pasien. Foto itu (yang beredar di media sosial) kejadian lama, sedangkan saat ini tidak seperti itu kondisinya. Jadi, semua ituhoaxyang sengaja dihembuskan oleh gerombolan OPM dan simpatisannya," sambung Candra.

Beberapa daerah di Kampung Madi, Paniai, pada minggu ini menjadi sasaran amuk OPM. Kelompok itu membakar beberapa bangunan sekolah dan belasan kios di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa malam (21/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

44 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.