Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Sindir Kenaikan Biaya Visa H1-B AS

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Tiongkok Sindir Kenaikan Biaya Visa H1-B AS Doc: Antara
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/9).

BEIJING - Pemerintah Tiongkok mengkritik dengan halus perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan biaya aplikasi visa H1-B menjadi 100 ribu dollar AS (sekitar 1,6 miliar rupiah) pagi perusahaan di AS yang mempekerjakan tenaga asing khususnya bidang teknologi."Kami tidak punya komentar tentang kebijakan visa AS tapi Tiongkok menyambut talenta dari berbagai sektor dan bidang di seluruh dunia untuk datang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (22/9).Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Jumat (19/9) yang mewajibkan perusahaan di AS membayar 100.000 dollar AS (sekitar 1,6 miliar rupiah) per tahun untuk visa pekerja H-1B."Kita membutuhkan pekerja. Kita membutuhkan pekerja yang hebat. Dan ini hampir memastikan bahwa itulah yang akan terjadi," kata Trump.Langkah tersebut merupakan upaya terbaru pemerintah untuk memperketat kontrol imigrasi dan dapat berdampak luas pada sektor-sektor yang sangat bergantung pada pemegang visa H-1B."Dalam dunia yang terglobalisasi, arus talenta lintas batas berperan penting dalam kemajuan teknologi dan ekonomi global. Kami mendukung bagi talenta-talenta tersebut untuk menemukan pijakan mereka di Tiongkok demi kemajuan umat manusia sekaligus kesuksesan karier pribadi," tambah Guo Jiakun.Keputusan Trump tersebut bertujuan untuk mengekang apa yang digambarkan pemerintahan Trump sebagai penyalahgunaan sistem visa yang meluas, khususnya bagi perusahaan yang menggantikan pekerja bidang teknologi AS dengan tenaga kerja asing berbiaya lebih rendah.Visa H-1B memungkinkan perusahaan mempekerjakan sementara pekerja asing di AS secara non-imigran dalam pekerjaan khusus dengan prestasi dan kemampuan yang luar biasa.Pekerjaan khusus dimaksud adalah yang membutuhkan penerapan teoretis dan praktis terhadap pengetahuan khusus dan gelar sarjana dalam spesialisasi tertentu misalya sains, kedokteran, perawatan kesehatan, pendidikan, bioteknologi, dan spesialisasi bisnis.Keputusan tersebut dapat menjadi pukulan telak bagi sektor teknologi yang sangat bergantung pada pekerja terampil dari India dan Tiongkok.India merupakan penerima manfaat visa H-1B terbesar tahun lalu, dengan 71 persen dari total penerima yang disetujui, sementara Tiongkok berada di posisi kedua dengan 11,7 persen, menurut data pemerintah.Jumlah pekerja asing di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) di AS meningkat lebih dari dua kali lipat antara periode 2000 hingga 2019 menjadi hampir 2,5 juta orang, bahkan karena secara keseluruhan lapangan kerja STEM hanya meningkat 44,5 persen selama periode tersebut.Pada semester pertama tahun 2025, Amazon.com (AMZN.O), dan unit komputasi awannya, AWS, telah menerima persetujuan untuk lebih dari 12.000 visa H-1B, sementara Microsoft (MSFT.O) dan Meta Platforms (META.O), masing-masing telah menerima lebih dari 5.000 persetujuan visa H-1B.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.