Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tim SAR Evakuasi Jasad Nelayan Korban Kecelakaan Laut di Garut

📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 15:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim SAR Evakuasi Jasad Nelayan Korban Kecelakaan Laut di Garut Doc: ANTARA/HO-Satpolairud Polres Garut
Ket. Petugas memeriksa kondisi nelayan yang meninggal dunia akibat kecelakaan laut dua kapal nelayan terbalik di Rumah Sakit Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/7/2024).

GARUT - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan mengevakusi jasad seorang nelayan korban kecelakaan kapal terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di laut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang selanjutnya dibawa ke rumah sakit sebelum dimakamkan oleh keluarganya.

"Ditemukan korban laka laut oleh nelayan Group Paser Kampung Citoe, Desa Karyasari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut dalam keadaan sudah meninggal dunia di TKP," kata Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut AKP Anang Sonjaya saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Sabtu (6/7) siang.

Ia menuturkan korban Sonadin (52) merupakan nelayan warga Kecamatan Caringin, Garut, yang hilang saat membantu kapal nelayan lain yang terbalik karena dihantam gelombang tinggi di kawasan Pantai Cipunaga, Kecamatan Cibalong, Garut, Jumat (6/7) pagi.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian korban, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan oleh nelayan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal korban hilang, Jumat malam, selanjutnya Tim SAR mengevakuasi korban ke rumah sakit.

"Korban laka laut tersebut langsung dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan mobil Siaga Desa Indralayang," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, jasad korban selanjutnya diserahkan ke keluarganya untuk dilakukan pemakaman.

Adanya insiden itu, Anang mengimbau nelayan untuk selalu waspada dengan memperhatikan kondisi cuaca di laut yang saat ini tidak menentu, terkadang datang angin kencang, kemudian kondisinya tenang.

"Imbauan seperti biasa jangan memaksakan melaut apabila kondisi cuaca kurang baik sebab gelombang pasang dan angin berubah-ubah, sekarang reda, tadi pagi kencang, tidak menentu saat ini," katanya.

Ia mengatakan, Satpolairud Garut terus meningkatkan patroli memantau situasi laut. Laporan di lapangan, sebagian besar nelayan tidak melaut karena faktor cuaca dan juga sejak beberapa hari hasil tangkapannya kurang.

"Sebagian besar nelayan saat ini tidak melaut, selain dari hasil tangkapan minim, juga sedang terang bulan," katanya.

Sebelumnya, dua kapal nelayan dengan nama kapal Jaya Abadi 03, dan Jaya Abadi 04 terbalik setelah dihantam gelombang tinggi di perairan sekitar Pelabuhan Cipunaga, Garut, menyebabkan seorang nelayan hilang, dan ditemukan meninggal dunia.

Nelayan tersebut menjadi korban saat hendak membantu nelayan lain yang kapalnya terbalik dihantam gelombang tinggi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

39 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.