Tidur Nyenyak Bisa Menambah Umur Hidup Anda
📅 Rabu, 05 Apr 2023, 04:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: KlikDokter
Menurut penelitian terbaru, tidur nyenyak dapat berperan dalam mendukung jantung dan kesehatan Anda secara keseluruhan dan bahkan mungkin berapa lama Anda hidup.
Tidur nyenyak dapat berperan dalam mendukung jantung dan kesehatan Anda secara keseluruhan dan bahkan mungkin berapa lama Anda hidup, menurut sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan di Sesi Ilmiah Tahunan American College of Cardiology Bersama dengan Kongres Kardiologi Dunia.
Studi tersebut menemukan bahwa orang muda yang memiliki kebiasaan tidur yang lebih baik secara bertahap, lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal.
Selain itu, data menunjukkan bahwa sekitar 8 persen kematian akibat penyebab apapun dapat dikaitkan dengan pola tidur yang buruk.
"Kami melihat hubungan takaran-respons yang jelas. Jadi semakin banyak faktor menguntungkan yang dimiliki seseorang dalam hal memiliki kualitas tidur yang lebih tinggi, mereka juga secara bertahap menurunkan semua penyebab dan kematian kardiovaskular," kata Frank Qian MD, seorang dokter residen penyakit dalam di Beth Israel Deaconess Medical Center, mitra klinis dalam kedokteran di Harvard Medical School, Amerika Serikat (AS) dan rekan penulis studi ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir temuan ini menekankan bahwa hitungan jam tidur yang cukup justru tidak cukup. Anda benar-benar harus tidur nyenyak dan tidak mengalami banyak kesulitan untuk tidur dan tetap terlelap." imbuh dia seperti dikutip dari lamansciencedailyedisi 24 Februari lalu.
Untuk analisis mereka, Qian dan tim memasukkan data dari 172.321 orang (usia rata-rata 50 dan 54 persen perempuan) yang berpartisipasi dalam Survei Wawancara Kesehatan Nasional antara 2013 dan 2018.
Survei ini dilakukan setiap tahun oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)dan Pusat Statistik Kesehatan Nasional untuk membantu mengukur kesehatan penduduk AS dan menyertakan pertanyaan tentang tidur dan kebiasaan tidur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Qian mengatakan ini adalah studi pertama yang sepengetahuannya menggunakan populasi perwakilan nasional untuk melihat bagaimana beberapa perilaku tidur, dan bukan hanya durasi tidur dapat mempengaruhi harapan hidup.
Sekitar dua pertiga dari peserta studi tercatat merupakan peserta berkulit putih, 14,5 persen Hispanik, 12,6 persen berkulit hitam, dan 5,5 persen Asia.
Karena para peneliti dapat menghubungkan peserta dengan catatan Indeks Kematian Nasional (hingga 31 Desember 2019), mereka dapat memeriksa hubungan antara faktor tidur individu dan kombinasi dengan kematian semua penyebab dan penyebab spesifik.
Peserta diikuti selama rata-rata 4,3 tahun dan selama waktu itu tercatat 8.681 orang meninggal. Dari kematian tersebut, 2.610 kematian (30 persen) disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, 2.052 (24 persen) disebabkan oleh kanker dan 4.019 (46 persen) disebabkan oleh penyebab lain.
Peneliti menilai berbagai faktor kualitas tidur menggunakan skor tidur berisiko rendah yang mereka buat berdasarkan jawaban yang dikumpulkan sebagai bagian dari survei.
Faktor-faktor tersebut meliputi (1) durasi tidur ideal tujuh hingga delapan jam semalam, (2) sulit tidur tidak lebih dari dua kali sepekan, (3) sulit tidur tidak lebih dari dua kali sepekan, (4) tidak menggunakan obat tidur apapun, dan (5) merasa cukup istirahat setelah bangun setidaknya lima hari sepekan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!