Tenun Mataram Naik Gaya, Dekranasda Suntik Sentuhan Modern
📅 Senin, 29 Des 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Nirkomala.
MATARAM – Kain Tenun Mataram bersiap melangkah ke panggung yang lebih kekinian. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram menyiapkan konsep pengembangan tenun dengan sentuhan modern, tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Motif klasik tetap dipertahankan, namun dikemas lebih segar agar mudah dipadukan dengan gaya busana masa kini. Upaya ini diharapkan membuat Tenun Mataram tak hanya lestari, tetapi juga semakin dekat dengan generasi muda dan pasar yang lebih luas.
Ketua Dekranasda Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana di Mataram, Senin (29/12), mengatakan, hal tersebut sebagai upaya Kota Mataram menciptakan aset tenun seperti kabupaten/kota lainnya di Pulau Lombok.
"Dengan konsep Tenun Mataram yang akan kami kembangkan, dapat menepis anggapan Mataram tidak memiliki aset tenun seperti kabupaten lain di daerah ini," katanya.
Ia mengatakan, konsep mengembangkan kain Tenun Mataram itu terinspirasi dengan ditemukan seorang penenun asli asal Kota Mataram, yang menjadi embrio mengembangkan Tenun Mataram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konsepnya, Dekranasda Kota Mataram akan modifikasi tenun yang sudah ada dengan tetap menjaga pakem Sasak, namun dikombinasikan dengan motif khas Kota Mataram seperti motif Sangkareang.
"Jika itu sudah bisa dibuat, maka ke depan jumlah penenun juga akan kami tambah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan bagi warga Kota Mataram yang memiliki bakat minat menenun," katanya.
Dengan demikian, lanjutnya, selain memiliki Batik Mataram ke depan Kota Mataram juga punya Tenun Mataram yang memang dibuat langsung oleh masyarakat Mataram.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami tidak mau, Tenun Mataram dibuat oleh orang luar kota. Kami ingin Tenun Mataram dan Batik Mataram benar-benar dibuat warga Kota Mataram," katanya.
Terkait dengan itu, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan ke depan program kampung Batik Mataram satu kecamatan satu kampung batik juga diadopsi menjadi satu kecamatan satu kampung tenun Mataram sebagai upaya melestarikan warisan budaya dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut, sekaligus bagian dari upaya transformasi Dekranasda Kota Mataram sebagai motor penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mampu bersaing hingga ke pasar internasional.
"InsyaAllah, kalau kita mau dan punya komitmen yang sama, konsep pengembangan kain batik dan tenun di Mataram bisa tercapai," katanya.
Diharapkan, setiap kecamatan minimal memiliki 10 hingga 20 pembatik aktif yang berproduksi secara berkelompok, untuk memperkuat identitas budaya lokal, serta menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan perajin.
Untuk Batik Mataram, lanjutnya, saat ini masih mengambil motif utama yakni Gapura Sangkareang, yang menjadi ciri khas dan kearifan lokal yang menjadi gerbang kreativitas dan inovasi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!