Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temuan Baru Ungkap Efek Menyusui bagi Perkembangan Otak Anak

📅 Minggu, 11 Jun 2023, 11:30 WIB | Oleh:
Temuan Baru Ungkap Efek Menyusui bagi Perkembangan Otak Anak Doc: Newsweek/iStock
Ket. Ilustrasi ibu menyusui bayi. Sebuah studi mengungkapkan anak-anak yang mendapat ASi dalam waktu lama akan memiliki volumi material abu-abut lebih tinggi .

JAKARTA - Anak-anak yang disusui untuk waktu yang lebih lama memiliki volume materi abu-abu yang lebih tinggi, demikian temuan penelitian baru.

Menurut laporan Newsweek, dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis sekitar 8.000 gambar otak anak-anak berusia sembilan hingga 11 tahun.

Mereka menemukan hubungan positif antara durasi menyusui dan volume materi abu-abu yang lebih besar - ??jenis jaringan penting di otak yang memainkan peran kunci dalam memproses informasi sensorik, mengendalikan gerakan otot, dan pikiran sadar.

Volume materi abu-abu yang lebih besar dapat dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih tinggi dan peningkatan kapasitas untuk memproses informasi sensorik.

Penelitian juga menunjukkan bahwa volume materi abu-abu yang lebih besar dikaitkan dengan hasil kesehatan mental yang lebih baik dan risiko lebih rendah terkena gangguan kejiwaan, seperti depresi dan kecemasan.

Studi yang dipimpin Institut de Recerca Sant Joan de Deu (IRSJD) dan Institut d'Investigacio Biomedica Sant Pau (IIB Sant Pau) di Barcelona, ??Spanyol, mengungkap efek jangka panjang menyusui pada perkembangan otak dan kepribadian.

Ada banyak penelitian yang menunjukkan manfaat menyusui bagi kesehatan kognitif dan mental, termasuk peningkatan kekebalan dan risiko gangguan kronis yang lebih rendah.Tetapi efek jangka panjang menyusui pada struktur otak sebagian besar tidak diketahui.

Tujuan utama dari studi terbaru, yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, adalah untuk menguji hubungan antara durasi menyusui dan volume materi abu-abu.

Para peneliti menemukan bahwa durasi menyusui dikaitkan dengan volume materi abu-abu yang lebih besar di area otak tertentu pada anak-anak.Daerah ini terdiri dari dua daerah otak yang dikenal sebagai girus frontal inferior dan korteks orbitofrontal lateral.

Daerah ini, yang terletak di bagian depan otak, bertanggung jawab atas fungsi utama yang terkait dengan pemrosesan semantik, pengambilan keputusan, dan pengaturan diri emosional.

Selain itu, tim menemukan bahwa volume yang lebih besar di area ini dikaitkan dengan tingkat impulsif yang lebih rendah pada anak-anak yang bersangkutan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa menyusui mungkin memiliki efek jangka panjang pada perkembangan otak dan kepribadian," kata Christian Nunez, penulis pertama makalah dan peneliti di IIB Sant Pau, dalam sebuah pernyataan.

Tim peneliti berencana menyelidiki efek menyusui pada otak lebih lanjut untuk menghasilkan informasi yang dapat meningkatkan kesehatan anak.

"Hasil ini baru permulaan," kata Dr Maria Portella, kepala Kelompok Riset Kesehatan Mental di IIB Sant Pau, dalam sebuah pernyataan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.