Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tempe Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Menbud Ungkap Alasannya

📅 Jumat, 28 Mar 2025, 08:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tempe Diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Menbud Ungkap Alasannya Doc: ANTARA
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/3/2025).

JAKARTA - Pengajuan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda didasari karena makanan ini telah lahir dan menjadi makanan khas serta budaya pangan Indonesia yang dapat diolah kembali menjadi beragam masakan.



"Karena ini juga merupakan intangible cultural heritage kita yang sudah lama gitu. Dan kita tempe ini ya memang sudah menjadi budaya kita. Bisa kita manfaatkan dalam berbagai macam bentuknya gitu. Mudah-mudahan kita bisa lolos," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/3).



Dia menjelaskan, hingga kini Kementerian Kebudayaan telah memasukkan inskripsi tempe dan tengah menunggu keputusan dari organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB itu.


Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk kategori nominasi tunggal yang boleh diusulkan selama dua tahun sekali ke UNESCO, saat ini memang hanya tempe.



Namun dirinya mengakui telah memiliki beberapa daftar warisan budaya yang juga akan didaftarkan sebagai warisan ke UNESCO pada kesempatan mendatang, yang meliputi musik dangdut hingga tenun.



"Makanya kita akan cari jalan bagaimana bisa inskripsinya bisa lebih cepat," ujarnya.



Sebagaimana diketahui, Menteri Kebudayaan Fadli Zon berencana untuk mendaftarkan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, menyusul jamu yang telah terlebih dahulu masuk dalam daftar UNESCO pada 2023.



Fadli Zon mengatakan bahwa kuliner merupakan salah satu wujud ekspresi budaya, bagian dari tradisi lokal yang diwariskan secara turun temurun dan budaya pangan berkaitan erat dengan tradisi leluhur.

Dia juga menyampaikan bahwa kuliner tradisional dan gastronomi merupakan bagian dari kekayaan warisan budaya bangsa.

"Contohnya rendang, yang memiliki 24 jenis berbeda di berbagai daerah. Tahun ini, pemerintah akan mendaftarkan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya tak-benda," katanya (16/3).

Ia menambahkan, subak di Bali juga merupakan bagian warisan budaya pangan Nusantara. Sistem pengairan sawah tersebut sudah diakui sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.