Teleskop Luar Angkasa Roman, Mesin Pencari Eksoplanet
📅 Senin, 19 Jan 2026, 06:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: NASA/Jolearra Tshiteya
OBSEVATORIUM generasi terbaru ini diproyeksikan mampu memetakan Bima Sakti, memburu puluhan ribu planet ekstrasurya, serta membuka tabir misteri materi gelap dalam beberapa tahun ke depan.
Foto-foto terbaru memperlihatkan Teleskop Luar Angkasa Roman milik NASA yang telah rampung dibangun dan segera siap membantu para peneliti mengungkap misteri kosmos. Para ahli juga mengungkap perkiraan waktu peluncuran wahana antariksa generasi terbaru tersebut sekaligus kapan Roman mulai mengumpulkan data ilmiah.
NASA baru-baru ini merilis gambar perdana Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman yang telah selesai dibangun. Observatorium canggih ini diharapkan segera membantu para ilmuwan berburu planet ekstrasurya, memetakan struktur Bima Sakti, serta menjawab sejumlah teka-teki terbesar alam semesta, termasuk hakikat materi gelap.
Para pakar juga mengungkapkan perkiraan tanggal peluncuran paling realistis bagi teleskop generasi berikutnya ini. Mereka memastikan Roman kemungkinan besar akan meluncur lebih cepat dari jadwal semula dan bahkan mulai mengumpulkan data sebelum akhir 2026.
Roman merupakan teleskop ruang angkasa unggulan NASA berikutnya setelah Teleskop Luar Angkasa Hubble yang diluncurkan pada 1990 dan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) yang mengudara pada 2021.
Sebaiknya Anda baca juga:
Observatorium orbital ini dinamai dari astronom perintis Nancy Grace Roman, seorang kepala astronom pertama NASA pada periode 1960–1962. Perangkat ini akan bekerja berdampingan dengan Hubble serta JWST, bukan menggantikan peran teleskop yang telah ada.
Foto-foto terbaru yang dirilis pada 4 Desember memperlihatkan Roman berdiri tegak di ruang bersih Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland. Teleskop ini memiliki tinggi sekitar 42 kaki (12,7 meter) dengan bobot mencapai 9.184 pon (4.166 kilogram).
Pembangunannya dimulai pada Februari 2016 dan hingga kini proyek tersebut tetap berada dalam batas anggaran awal sebesar 4,3 miliar dolar AS, menurut para peneliti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah diluncurkan, Roman akan ditempatkan sekitar 1 juta mil atau 1,6 juta kilometer dari Bumi di titik Lagrange, yakni lokasi stabil relatif terhadap planet kita, tempat gaya gravitasi dua benda saling menyeimbangkan.
Secara khusus, Roman akan berada di titik Lagrange L2 Matahari–Bumi, lokasi yang juga dihuni JWST serta teleskop ruang angkasa Gaia dan Euclid milik Badan Antariksa Eropa.
“Menyelesaikan observatorium Roman membawa kita ke momen penting bagi badan ini,” ujar Wakil Administrator NASA Amit Kshatriya dalam pernyataan resminya, dikutip dari Live Science.
“Ilmu pengetahuan transformatif bertumpu pada rekayasa yang disiplin, dan tim ini telah mewujudkannya bagian demi bagian, uji demi uji hingga lahir sebuah observatorium yang akan memperluas pemahaman kita tentang alam semesta,” tambahnya. “Dengan rampungnya pembangunan Roman, kita berada di ambang penemuan ilmiah yang sulit dibayangkan sebelumnya,” kata Julie McEnery, astrofisikawan NASA Goddard sekaligus ilmuwan proyek senior Roman.
“Dalam lima tahun pertama misinya, Roman diperkirakan akan mengungkap lebih dari 100.000 dunia jauh, ratusan juta bintang, dan miliaran galaksi,” ungkapnya.
Apa yang Akan Dilakukan?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!