Tanpa APBD, Masjid Darul Jannah Senilai Rp42 Miliar Hasil Kolaborasi BAZNAS dan Donatur
📅 Kamis, 05 Mar 2026, 20:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Darul Jannah yang berada di kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, pada Kamis (5/3). Peresmian rumah ibadah tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan masjid oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan harapan agar Masjid Darul Jannah dapat menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan bagi jamaah sekaligus memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat. Ia juga menilai keberadaan masjid tersebut dapat berperan dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia.
"Peresmian Masjid Darul Jannah bukan hanya menandai selesainya pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya pusat aktivitas umat sebagai tempat ibadah, silaturahmi, pembelajaran, dan pembinaan masyarakat," ujar Pramono.
Masjid Darul Jannah dibangun terpisah dari gedung utama Kantor Wali Kota Jakarta Selatan sehingga akses masyarakat menjadi lebih terbuka. Kondisi ini memungkinkan warga sekitar maupun para musafir untuk memanfaatkan masjid sebagai tempat beribadah dengan lebih mudah.
Menurut Pramono, keberadaan masjid tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan, terutama selama bulan Ramadan. Aktivitas seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, hingga kegiatan buka puasa bersama diharapkan dapat berlangsung secara aktif di lokasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika saya diminta meresmikan Masjid Darul Jannah ini, yang dalam bahasa Arab berarti 'Rumah Surga', saya berkali-kali bertanya dalam hati mengapa saya mendapatkan kesempatan ini. Ini benar-benar sebuah kehormatan," katanya.
Pramono juga mengapresiasi desain arsitektur masjid yang dinilai indah dan megah. Ia berharap bangunan tersebut dapat dirawat dengan baik agar tetap nyaman bagi para jamaah yang datang untuk beribadah maupun mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.
"Saya berharap masjid ini dirawat sebaik-baiknya dan benar-benar menjadi rumah bagi siapa pun yang ingin memuliakan serta memakmurkannya," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masjid Darul Jannah dibangun dengan dua lantai dan memiliki luas bangunan sekitar 2.607 meter persegi. Lantai dasar dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna, area wudu, serta fasilitas layanan pendukung lainnya bagi jamaah.
Sementara itu, lantai atas difungsikan sebagai ruang salat utama yang juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan peribadatan. Ruang tersebut memiliki kapasitas yang mampu menampung lebih dari 1.200 jamaah sekaligus.
Pembangunan Masjid Darul Jannah didukung oleh bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS/BAZIS) DKI Jakarta serta sejumlah donatur. Pendanaan pembangunan tersebut bersifat tidak mengikat dan tidak menggunakan anggaran dari APBD.
Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun pada 2017, pembangunan masjid ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp42.061.417.771. Proses pembangunan dilaksanakan melalui 31 tahapan kontrak pekerjaan yang dimulai sejak 27 November 2017.
Selain itu, terdapat empat tahapan pekerjaan tambahan yang dilaksanakan secara langsung oleh para donatur yang terlibat dalam pembangunan. Saat ini seluruh proses konstruksi telah mencapai 100 persen dan masjid telah siap dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!