Tanam raya dan terobosan cerdas menggenjot produksi pangan
📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 09:10 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Suci Nurhaliza
Jakarta -- Pemerintah baru-baru ini melaksanakan kegiatan tanam padi serentak di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Gerakan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Tak sekadar seremoni, tanam raya ini menggunakan teknologi modern berupa drone dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ini adalah simbol komitmen politik tingkat tertinggi dalam mendukung sektor pertanian yang selama ini sering kali dianggap sektor pinggiran. Dengan keterlibatan langsung kepala negara, pesan yang disampaikan menjadi sangat jelas: pertanian adalah prioritas utama.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa tanam serentak dilakukan di 160 kabupaten di seluruh Indonesia.
Ini merupakan langkah besar yang tidak hanya membutuhkan koordinasi lintas sektor, tetapi juga partisipasi aktif petani, penyuluh, dan aparat pemerintahan di daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam skala nasional, gerakan ini menjadi sangat penting karena menyatukan semangat, agenda, dan strategi pembangunan pertanian yang selama ini sering terpecah-pecah.
Target luas tanam pada April 2025 mencapai 1,3 juta hektare dengan estimasi produksi sekitar 7,5 juta ton gabah, setara dengan 3,5 hingga 4 juta ton beras.
Ini bukan angka sembarangan. Ini merupakan angka yang ambisius sekaligus menunjukkan kesungguhan pemerintah mengangkat sektor pertanian ke level yang lebih tinggi dan menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serapan beras oleh Perum Bulog hingga April tahun ini juga mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir.
Hal ini menjadi catatan penting karena ketersediaan stok beras sangat menentukan stabilitas harga di pasar dan sekaligus menjamin ketenangan psikologis masyarakat.
Stok beras nasional tercatat sebesar 3 juta ton. Ini bukan hanya statistik, melainkan bukti bahwa kerja keras untuk menggenjot produksi benar-benar membuahkan hasil.
Prestasi ini layak diapresiasi sebagai buah dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku utama di lapangan yakni para petani.
Tanam raya bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah pendekatan sistemik yang memiliki manfaat besar bagi ekosistem pertanian dan manajemen pangan secara nasional.
Pertama, meningkatkan efisiensi karena petani bergerak secara bersamaan. Efisiensi ini berdampak pada penurunan biaya operasional dan waktu kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!