Tak Pandang Bulu, Raja Malaysia Kecam Keras Segala Bentuk Tindakan Korupsi
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 17:18 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/MANAN VATSYAYANA
KUALA LUMPUR - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim menegaskan tidak ada toleransi untuk pelaku korupsi di Malaysia, sekalipun hal itu melibatkan pejabat komisi antirasuah.
Pernyataan itu disampaikan secara tertulis oleh Sultan Ibrahim dalam laman resmi media sosial, menyusul isu dugaan praktik tidak sesuai undang-undang yang melibatkan nama Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia (Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia) Azam Baki.
"Jangan mengira memerangi korupsi ini hanya berfokus pada segelintir jabatan, atau hanya kepada pemberi dan penerima suap, tetapi berhati-hatilah juga mereka di Polis Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Kastam Diraja Malaysia, dan berbagai pihak lainnya. Termasuk juga Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia," kata Sultan Ibrahim.
Raja Malaysia menyatakan bahwa korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan sama sekali tidak akan ditoleransi dalam tata kelola negara.
“Tidak peduli apa pun pangkat anda, demikian juga para agen yang menjadi ‘perantara’ serta menjadi pemasok berbagai peralatan, pakaian, dan kebutuhan medis, anda juga berada dalam ‘radar’," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyampaikan pepatah "siapa makan cabai, dia akan merasa pedas", seraya menekankan bahwa dirinya mengetahui segala praktik tidak sesuai undang-undang. "Saya memiliki intelijen saya sendiri," kata Sultan Ibrahim.
Sultan Ibrahim menegaskan bahwa upaya memberantas korupsi tidak boleh bersifat kosmetik atau sekadar retorika.
Dia juga mengatakan jika terdapat pejabat yang gagal menjalankan tanggung jawab secara amanah dan berintegritas, maka rotasi atau pemindahan harus dilakukan tanpa penundaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya memiliki alternatif lain. Jika ada pejabat yang tidak mampu menjalankan amanah dengan jujur, berikan kesempatan kepada mereka yang lebih layak dan bersih untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut,” ujar Sultan Ibrahim. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!