Tak Hanya Ramaikan Hari Nusantara, Para Taruna Bisa Belajar di Atas Kapal
📅 Minggu, 17 Des 2023, 10:17 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: istimewa
TIDORE KEPULAUAN - Berpartisipasi dalam Hari Nusantara di Tidore Kepulauan menjadi kebanggaan bagi para taruna-taruni Politeknik Pelayaran yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP). Event tersebut merupakan pengalaman dan ilmu yang menjadi modal mereka terjun di dunia industri.
Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar Capt Rudi Susanto mengapresiasi keikutsertaan para taruna dan taruni yang memeriahkan Hari Nusantara dan mengambil bagian pada sailing pass (parade) bersama kapal perang TNI AL, Kapal Polairud, Bakamla, Basarnas, dan kapal rakyat.
"Ini adalah momen yang akan dikenang sepanjang masa. Sebab tidak semua taruna dan taruni yang belajar di Kampus BPSDMP bisa mengikuti kegiatan seperti ini," katanya saat kunjungan ke atas kapal latih Hasanuddin yang tengah berlabuh di Perairan Tidore, kemarin.
Capt Rudi berpesan agar para taruna dan taruni terus belajar dan berlatih selama di atas kapal latih Hasanuddin. Sebab hal ini menjadi modal utama untuk terjun di dunia perkerjaan nanti.
"Untuk kegiatan di kapal latih tersebut ada sekitar 100 orang terdiri dari taruna dan taruni serta instruktur dari PIP Makassar, Poltekpel Barombong, dan Poltekpel Sulawesi Utara. Untuk rutenya, kapal latih berangkat dari Makassar menuju Manado untuk mengambil taruna dari Poltekpel Sulawesi Utara, lalu menuju Ternate dan Tidore," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan yang sama Plt Kepala BPSDMP Capt Wisnu Handoko menjelaskan, dari pengalaman yang dimiliki, tidak setiap negara yang membuka sekolah transportasi memiliki kapal latih. Hanya negara modern seperti Jepang, Korea, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Indonesia telah memiliki kapal latih sebanyak enam unit sejak 2015 yang ditempatkan di beberapa Politeknik di antaranya, kapal latih Bung Tomo di Poltekpel Surabaya, Hasanuddin di PIP Makassar, Malahayati di Aceh, MH Thamrin di STIP Jakarta, Frans Kaisiepo di Sorong, dan John Lie di Poltekpel Sulawesi Utara.
"Dari enam kapal latih ini, awal tahun depan direncanakan akan digunakan sebagai kapal perintis. Dimana dengan hal tersebut para taruna dan taruni dapat berpraktik secara langsung bagaimana sebuah kapal dioperasikan untuk melayani penumpang dan logistik," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Capt Wisnu juga mengatakan, kedepannya kapal latih akan terus akan dikembangkan bentuknya. Seperti kapal kontainer, kapal roro, kapal feri, kapal curah, kapal kargo, dan lainnya. Hal ini dilakukan agar para taruna dan taruni mendapatkan pengalaman dan ilmu baru.
"Nanti juga akan direncanakan mengumpulkan semua taruna dan taruni khusus matra laut dari 12 kampus dan kita berlatih bersama sehingga bisa memupuk kebersamaan sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman antara satu dan lainnya," katanya.
Capt Wisnu berpesan kepada semua taruna dan taruni untuk menimba ilmu dari kapten kapal, taruna senior, atau rekan sesama taruna. Sebab dari hal tersebut akan mendapatkan pengalaman banyak, sehingga saat praktik atau bekerja tidak akan canggung dan menjadi lebih mahir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!