Tahun Ini, Malang Akan Memaksimalkan Pendapatan dari Wisata dengan Membidik 3,4 Juta Turis
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 14:14 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MALANG - Pariwisata sudah menjadi area baru bagi daerah-daerah untuk mendulang rupiah. Maka, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Jawa Timur, membidik angka kunjungan wisatawan tahun ini mencapai 3,4 juta turis. "Angka kunjungan wisatawan di Kota Malang 2025 mencapai 3,4 juta orang. Sedangkan targetnya 3,3 juta orang. Pada tahun ini kami menetapkan target 3,4 juta orang juga," kata Kepala Disporapar Kota Malang Baihaki di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.
Penentuan target angka kunjungan wisata tidak sembarangan dilakukan karena pihaknya terlebih dahulu melihat pada angka realisasi sepanjang tahun 2025. Jika dipersentasekan maka capaian kunjungan wisatawan ke Kota Malang pada 2025 mencapai sekitar 103 persen dari target. Berdasarkan rincian data yang diterima dari Disporapar Kota Malang, pada 2025 angka kunjungan masih didominasi oleh wisatawan nusantara yang sebanyak 3,3 juta orang. Sedangkan, wisatawan mancanegara sejumlah 78.298 orang.
"Destinasi kami yang banyak dikunjungi adalah Kampung Kayutangan, bahkan selama liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai 5 ribu-6 ribu orang per hari. Itu sangat berkontribusi terhadap kunjungan wisata, di samping destinasi wisata Hawai dan Kampung Warna Warni yang juga bagus," ujarnya.
Meski target meningkat dinas terkait tak melakukan pengembangan maupun penambahan destinasi wisata. Oleh karena itu, pihaknya memaksimalkan destinasi wisata yang telah ada dengan melakukan penguatan pada aspek perawatan agar tetap optimal dan menarik di mata pelancong.
Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang turut menekankan kepada setiap pelaku usaha di bidang industri wisata, seperti agen perjalan, hotel dan restoran supaya terus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Langkah tersebut sekaligus sebagai persiapan menghadapi musim liburan pada awal 2026, khususnya ketika Hari Raya Idul Fitri 1447 H. "Karena wisatawan harus memiliki kesan yang menyenangkan sehingga bisa kembali ke Kota Malang," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bantuan Tersalurkan
Sementara itu, - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah didistribusikan melalui tiga tahap pengiriman. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos DP3APKB) Kota Malang Donny Sandito di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, menyebut proses pengiriman seluruh bantuan secara bertahap berjalan kurang lebih selama dua pekan.
"Alhamdulillah, dalam waktu seminggu paket bantuan yang terkumpul mencapai lebih dari 72 ton. Bantuan sudah terdistribusi melalui tiga tahap dan selesai seluruhnya pada Senin (5/1)," kata Donny. Donny menjelaskan gelombang pertama pengiriman bantuan ke daerah terdampak bencana dilakukan melalui Bandara Abdulrachman Saleh Malang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, gelombang kedua dan ketiga pengiriman bantuan menggunakan jalur laut melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) di Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Puluhan ton bantuan yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di tiga wilayah provinsi di Pulau Sumatera merupakan hasil gotong royong elemen masyarakat di Kota Malang, mulai warga, organisasi hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Bantuan kemanusiaan dari Kota Malang berisikan paket kebutuhan pokok dan logistik darurat, di antaranya pakaian layak pakai, selimut, alat shalat, sembako, seperti beras, gula, minyak goreng, makanan siap saji, sabun cuci dan sabun mandi, makanan ringan, makanan bayi, susu UHT, pampers, hingga obat-obatan ringan, seperti minyak kayu putih dan disinfektan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!