Studi: Ada Dua 'Gumpalan' Sebesar Benua di Dalam Bumi Berasal dari Planet Lain
📅 Kamis, 02 Nov 2023, 14:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Julia Han Janicki, Valentina Breschi
PARIS - Para ilmuwan pada Rabu (1/11) mengajukan ide baru yang dapat memecahkan dua misteri dunia sekaligus: misteri yang ada di kepala kita setiap malam dan misteri yang berada jauh di bawah kaki kita.
Misteri pertama telah membingungkan semua orang, mulai dari ilmuwan hingga anak-anak yang selalu ingin tahu selama beribu-ribu tahun: Dari mana asal mula Bulan?
Teori utamanya adalah Bulan tercipta 4,5 miliar tahun yang lalu ketika sebuah planet seukuran Mars menabrak Bumi yang masih dalam tahap pembentukan.
Tabrakan epik antara Bumi awal dan protoplanet bernama Theia ini melontarkan sejumlah besar puing ke orbit, sehingga membentuk apa yang kemudian menjadi Bulan.
Atau begitulah teorinya.Meskipun telah dilakukan upaya selama puluhan tahun, para ilmuwan belum dapat menemukan bukti keberadaan Theia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian baru yang dipimpin AS, yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa mereka mungkin melihat ke arah yang salah.
Sekitar 2.900 km di bawah permukaan bumi, terdapat dua "gumpalan" besar yang membingungkan para ahli geologi sejak gelombang seismik mengungkap keberadaan mereka pada 1980an.
Gumpalan material seukuran benua ini berada di dasar mantel Bumi yang berbatu dekat inti cairnya, satu di bawah Afrika dan satu lagi di bawah Samudera Pasifik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ilmuwan telah menentukan bahwa gumpalan tersebut jauh lebih panas dan lebih padat dibandingkan batuan di sekitarnya, namun banyak hal lain tentang gumpalan tersebut yang masih menjadi misteri.
Penelitian baru pada hari Rabu menunjukkan bahwa gumpalan tersebut adalah "peninggalan Theia yang terkubur" yang masuk ke Bumi selama tabrakan - dan telah bersembunyi di dekat jantung planet kita sejak saat itu.
Selain menciptakan Bulan, tabrakan ini dan sisa-sisa yang ditinggalkannya mungkin telah membantu Bumi menjadi planet unik yang menampung kehidupan seperti sekarang ini, menurut teori para peneliti.
Sangat Sangat Aneh
Qian Yuan, peneliti geodinamika di California Institute of Technology dan penulis utama studi tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa "sangat, sangat aneh" bahwa tidak ada bukti yang ditemukan dari dampak Theia.
Di kelas yang diadakan oleh ilmuwan planet yang membahas misteri inilah Yuan pertama kali menghubungkan titik-titik tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!