Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stabilitas di Kawasan Ini dalam Ancaman, Menlu AS Tegaskan Rencana Trump Beli Greenland Bukan Lelucon

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Stabilitas di Kawasan Ini dalam Ancaman, Menlu AS Tegaskan Rencana Trump Beli Greenland Bukan Lelucon Doc: istimewa
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio

ISTANBUL - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, menegaskan usulan Presiden Donald Trump untuk membeli Greenland bukanlah sebuah lelucon, melainkan langkah serius yang sejalan dengan kepentingan nasional.

"Ini bukan lelucon… Ini bukan soal sekadar mengakuisisi wilayah. Ini menyangkut kepentingan nasional kita dan harus diselesaikan," ujar Rubio dalam wawancara dengan jurnalis Megyn Kelly di acara SiriusXM, Kamis (30/1).

Seperti dikutip dari Antara, Rubio menjelaskan bahwa Trump berencana mengejar akuisisi Greenland, yang saat ini merupakan wilayah otonom di bawah Denmark. "Presiden Trump sudah menyampaikan niatnya, yaitu membeli Greenland," tambahnya.

Diplomat tertinggi AS itu mengakui bahwa membahas proposal semacam itu secara terbuka adalah hal yang sensitif. Ia menilai bahwa negosiasi lebih baik dilakukan melalui jalur diplomasi resmi.

"Pendekatan terhadap hal seperti itu… seharusnya dilakukan di forum yang tepat," kata Rubio. "Membicarakannya secara terbuka hanya akan menempatkan pihak lain dalam posisi sulit secara domestik."

Greenland sebelumnya merupakan koloni Denmark hingga 1953, tetapi kini berstatus wilayah pemerintahan sendiri. Pulau itu menarik perhatian Trump karena lokasi strategisnya serta kekayaan sumber daya mineral yang melimpah.

Sangat Khawatir

Pekan lalu, Financial Times melaporkan Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dan Trump terlibat dalam percakapan telepon yang berlangsung tegang selama 45 menit terkait isu Greenland, yang membuat para pejabat di Kopenhagen sangat khawatir.

Trump pertama kali mengemukakan gagasan untuk membeli Greenland saat menjabat pada periode pertamanya, namun Denmark langsung menolak mentah-mentah.

Meski demikian, kembalinya Trump ke Gedung Putih telah memicu kekhawatiran bahwa ia akan mendorong kembali upaya untuk mengambil alih pulau tersebut.

Sebelumnya, Frederiksen menggambarkan situasi seputar Greenland serius setelah melakukan percakapan via telepon dengan Donald Trump.

Diskusi selama 45 menit tersebut membahas tentang Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang berpemerintahan sendiri (otonomi), serta perdagangan bilateral, konflik Russia-Ukraina, Timur Tengah, dan NATO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.