Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SMA Bali Mandara Contoh Sukses Sekolah Rakyat. Efektif Entaskan Kemiskinan Ekstrim

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 20:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
SMA Bali Mandara Contoh Sukses Sekolah Rakyat. Efektif Entaskan Kemiskinan Ekstrim Doc: istimewa
Ket. Aktivitas siswa SMA dan SMK Bali Mandara, Bali. Model sukses Sekolah Rakyat telah menghasilkan 2.000 lebih alumni dari kalangan keluarga miskin dan berhasil menembus perguruan tinggi ternama, sekolah kedinasan, institusi

BULELENG – Komisi VIII DPR RI melaksanakan kunjungan kerja reses masa persidangan III tahun sidang 2024–2025 ke Provinsi Bali, dengan fokus utama pada pembahasan dan penguatan program Sekolah Rakyat (SR) sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (28/5) ini dipimpin oleh I Ketut Kariyasa Adnyana, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Bali.

 Ketut menekankan pentingnya keberlanjutan dan keberhasilan program Sekolah Rakyat, yang merupakan gagasan Presiden RI sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Ia menyebut keberhasilan Sekolah Bali Mandara sebagai bukti konkret bahwa pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dapat membuka jalan keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Sekolah rakyat ini adalah program yang sangat bagus untuk pengentasan kemiskinan. Tujuannya agar tidak ada lagi anak-anak seperti Nayla-Nela, yang begitu miskin hingga tidak mendapatkan kehidupan yang layak,” ujar Ketut.

Ketut mencontohkan SMA dan SMK Bali Mandara sebagai model sukses Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah ini telah menghasilkan lebih dari 2.000 alumni dari kalangan keluarga miskin, yang kini telah berhasil menembus perguruan tinggi ternama, sekolah kedinasan, hingga institusi militer dan kepolisian.

“Yang diterima di sekolah ini adalah anak-anak dengan kondisi ekonomi paling ekstrem. Bukan hanya berdasarkan prestasi, tapi juga berdasarkan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi. Ini revolusi dalam pengentasan kemiskinan,” tambahnya.

Politisi PDI-Perjuangan tersebut mengkritisi pola bantuan sosial tunai yang selama ini bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar masalah. Menurutnya, pendidikan adalah jalan keluar paling strategis dan berkelanjutan untuk mengubah nasib keluarga miskin.

“Kalau hanya bantuan tunai dan bantuan sementara, itu belum cukup. Pendidikan adalah alat paling ampuh untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Jangan hanya beri ikannya, tapi beri kail dan cara memancingnya,” pungkas Ketut.

Komisi VIII DPR RI juga tengah membahas kerja sama lebih lanjut dengan Kementerian Sosial RI agar model Sekolah Rakyat seperti di Bali Mandara bisa diperluas secara nasional. Target ke depan adalah membangun hingga 200 unit Sekolah Rakyat setiap tahun, dengan dukungan anggaran dari pemerintah maupun swasta.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri sejumlah mitra kerja Komisi VIII dari unsur Kementerian Agama, Kementerian Sosial, BPKH, Basnas, serta tokoh-tokoh daerah dan perwakilan sekolah. Dalam kesempatan ini, Komisi VIII juga menerima berbagai aspirasi masyarakat terkait kebutuhan akan rumah singgah dan pelayanan sosial lainnya di wilayah Buleleng dan sekitarnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.