Simbol Persahabatan Berpamitan, Bagaimana Kelanjutan Diplomasi Panda Jepang-Tiongkok?
📅 Senin, 29 Des 2025, 16:51 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
TOKYO - Panda raksasa asal Tiongkok telah menghibur pengunjung kebun binatang di Jepang selama lebih dari 50 tahun, tetapi memanasnya hubungan diplomatik menimbulkan kekhawatiran di kalangan pecinta hewan itu.
Dua panda terakhir di Jepang — si kembar Lei Lei dan Xiao Xiao – akan pulang ke Tiongkok pada Januari 2026. Kepulangan itu akan membuat masyarakat Jepang tidak lagi bisa melihat panda secara langsung di negara mereka untuk pertama kalinya sejak 1972.
Pada tahun itu, Tiongkok menghadiahkan sepasang panda ke Jepang setelah kedua negara menormalisasi hubungan bilateral usai Perang Dunia II.
Kang Kang dan Lan Lan, panda pertama yang tiba di Jepang, mencetak rekor 7,64 juta pengunjung Ueno Zoological Gardens pada 1974, menurut pihak pengelola kebun binatang di Tokyo tersebut.
Sejak itu, Tiongkok meminjamkan panda ke Jepang sebagai bagian dari apa yang dikenal sebagai "diplomasi panda."
Sebaiknya Anda baca juga:
Diplomasi tersebut kini berada di titik nadir menyusul keputusan Tiongkok untuk memulangkan panda kembar itu menyusul pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan.
Takaichi mengatakan bahwa Jepang mungkin akan membela Taiwan jika terjadi "situasi yang mengancam kelangsungan hidup." Pernyataan itu memicu kemarahan Tiongkok, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Panda-panda di Ueno telah menyebabkan "demam panda" di Jepang dan melahirkan generasi pecinta panda, sehingga Tiongkok meminjamkan hewan itu ke fasilitas lain seperti Adventure World di Wakayama dan Oji Zoo di Kobe.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, sejak panda dimasukkan ke dalam Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES) atau Konvensi Washington pada 1984, perdagangan komersial dilarang dan status panda menjadi pinjaman untuk kepentingan riset dan pengembangbiakan.
Krisis sempat terjadi pada 2008 ketika panda jantan Ling Ling mati, sehingga Ueno tidak memiliki koleksi panda. Setelah pemerintah dan pemangku kepentingan melakukan lobi, pasangan Ri Ri dan Shin Shin tiba di Jepang pada 2011.
Anak mereka, Shan Shan, lahir pada 2017, disusul si kembar Lei Lei (betina) dan Xiao Xiao (jantan) pada 2021.
Menurut Konvensi Washington, Tiongkok tetap menjadi pemilik panda dan semua panda pinjaman kelak harus dikembalikan.
Shan Shan dipulangkan pada 2023, disusul Ri Ri dan Shin Shin pada 2024. Di Wakayama, tiga panda dipulangkan pada 2023 dan empat lainnya pada tahun ini.
Kepulangan panda-panda itu memicu antrean panjang dan tangisan pengunjung di Ueno dan Wakayama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!