Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siapa Dalang Pemasok sehingga Papua Terus Banjir Senjata untuk KKB

📅 Senin, 28 Apr 2025, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Siapa Dalang Pemasok sehingga Papua Terus Banjir Senjata untuk KKB Doc: ist
Ket. senjata laras panjang

JAKARTA – Hingga kini Kepolisian Daerah Papua bersama satuan tugas yang bertugas di Tanah Papua terus mencoba membongkar dan mengungkap jaringan penyuplai senjata api dan amunisi ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Upaya itu dilakukan agar jangan sampai senjata api dan amunisi jatuh dan disalahgunakan KKB. Saat melancarkan aksinya KKB tidak saja menyerang aparat keamanan tetapi juga warga sipil hingga menimbulkan korban jiwa.

Karena itulah Polda Papua bersama Satgas Damai Cartenz, dibantu Polda Papua Barat, Polda Jawa Timur dan Polda DI Yogyakarta, berupaya menyelidiki untuk mengungkap dan membongkar jaringan penyuplai senjata api dan amunisi. .

Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal saat tim gabungan Satgas Damai Cartenz dan Polda Papua mendapat informasi terkait pengiriman senjata api dan amunisi untuk KKB di Puncak Jaya menggunakan jasa pengiriman laut. 

Setelah ditelusuri, terungkaplah bahwa paket berupa kompresor yang dikemas menggunakan papan dari Surabaya itu telah tiba pada  4 Februari. Paket itu diterima seseorang bernama Yuni Enumbi, mantan anggota TNI. 

Yuni, yang pernah bertugas di Kodam XVIII Kasuari itu, kemudian ditangkap padat  8 Maret di Waris, Kabupaten Keerom, saat beristirahat makan sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalan Trans Papua di ruas jalan Jayapura-Wamena.

Sesaat setelah Yuni ditangkap bersama barang buktinya, terungkap bahwa paket itu berisi enam pucuk senjata api, dua di antaranya laras panjang, dan 882 butir amunisi berbagai kaliber yang rencananya akan diserahkan ke salah satu kelompok KKB di Puncak Jaya, yakni kelompok Lerimayu Telenggen.

Yuni Enumbi mengaku untuk membeli senjata api itu hingga menerimanya di Jayapura menghabiskan dana 1,3 miliar.

Leri Telenggen sebelum beroperasi sendiri merupakan anak buah Lekagak Telenggen yang wilayah operasinya di sekitar Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, kata Brigjen Pol Faizal.

Menurut dia, dari Yunilah kemudian ditangkap rekannya yang juga mantan prajurit TNI yang pernah bersama-sama bertugas di Kodam XVIII Kasuari, Teguh Wiyono.

Dari Teguh kemudian terungkap sejumlah informasi yang berguna untuk penangkapan terhadap para tersangka yang ada di Sleman, Yogyakarta, dan Bojonegoro, Jawa Timur, hingga keterlibatan anggota TNI-AD yang bertugas di Kodam III Siliwangi.

"Saat ini ketiga prajurit yang bertugas di Kodam III Siliwangi sudah ditahan di Pomdam III," kata Faizal Rahmadani.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa Teguh menjadi tangan kanan Yuni dalam mencari senjata api dan amunisi karena dialah yang mengenal tiga anggota TNI-AD yang menjadi pemasok dan saat ini ditahan di Pomdam III Siliwangi.

Ketiga anggota TNI itu dikenal Teguh melalui rekannya sesama anggota Perbakin. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.