Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sering Ricuh dan Rusuh, PT LIB Dukung Larangan Kehadiran Suporter Tim Tamu hingga Musim Depan

📅 Minggu, 23 Feb 2025, 14:43 WIB | Oleh:
Sering Ricuh dan Rusuh, PT LIB Dukung Larangan Kehadiran Suporter Tim Tamu hingga Musim Depan Doc: istimewa
Ket. Kerusuhan saat laga Persela kontra Persijap.

JAKARTA - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mendukung larangan kehadiran suporter tim tamu dilanjutkan pada kompetisi musim depan, setelah terjadi beberapa kejadian memilukan akhir-akhir ini, termasuk kerusuhan pada pertandingan babak 8 besar Liga 2 Indonesia antara Persela Lamongan melawan Persijap Jepara di Tuban Sport Center, Selasa (18/2).

Saat ditemui setelah pertandingan final Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, Ferry mengatakan "Itu (larangan suporter tim tamu dilanjutkan) yang kami inginkan". Namun, untuk memutuskannya, ini bukan di tangan LIB karena "keputusannya bukan di liga".

"Saya tidak tahu seperti apa peraturan musim depan. Karena memang saya agak pesimistis," kata Ferry.

Pertandingan antara Persela melawan Persijap dihentikan pada menit ke-78, menyusul kericuhan yang masuk ke lapangan dan merusak sejumlah fasilitas yang ada.

Kericuhan ini diduga terjadi karena suporter Persela tidak puas dengan kepemimpinan wasit yang memberikan kartu merah untuk timnya pada menit ke-20, yang membuat tim Laskar Joko Tingkir harus kebobolan pada menit ke-37.

LIB kemudian memutuskan bahwa laga Persela melawan Persijap dilanjutkan kembali pada keesokan harinya para Rabu (19/2) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, dengan waktu tersisa 11 menit.

Pada laga ini, keunggulan 1-0 Persijap bertahan hingga berakhir. Kemenangan ini membuat mereka melaju ke babak perebutan tempat ketiga untuk mendapatkan satu tiket terakhir menuju Liga 1 Indonesia. Persijap akan melawan PSPS Pekanbaru pada Selasa (25/2) di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Sementara itu, Ferry belum tahu apa yang akan diputuskan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait kericuhan pertandingan tersebut.

"Sampai hari belum tahu, karena Keputusan Komisi Disiplin (Komdis PSSI) bukan ranah kami. Saya belum monitor sampai sejauh mana, apakah nanti akan berkembang seperti apa, ya tunggu aja," kata dia.

Lebih lanjut, Ferry berharap kejadian kericuhan suporter tak terulang lagi, agar nantinya suporter tuan rumah dan tim tamu dapat satu stadion lagi untuk membuat atmosfir pertandingan di Indonesia berjalan semakin menarik dan semakin baik.

"Melihat kejadian akhir-akhir ini, hal itu sudah cukup mengkristal. Cukup meningkat. Semoga saja ada edukasi yang lebih baik. Supaya kami bisa memberikan kesempatan kepada suporter tamu untuk datang," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.