Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Ini Sebabnya?
📅 Selasa, 27 Jan 2026, 18:38 WIB | Oleh: Opik
Doc: Antara/REUTERS/Ruben Sprich
JAKARTA - Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan The Guardian pada Selasa (27/1), Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan kuat bagi para suporter untuk tidak datang langsung ke negara tersebut.
Blatter mendukung pernyataan pengacara antikorupsi asal Swiss, Mark Pieth yang sebelumnya bekerja sama dengan FIFA dalam upaya reformasi saat Blatter masih menjabat presiden.
Pieth secara terbuka menyarankan agar penggemar sepak bola tidak bepergian ke Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
“Saya pikir Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukungan Blatter tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan, menyusul kabar meninggalnya warga negara Amerika Serikat kedua, Alex Pretti pada akhir pekan lalu.
Meski tidak dijelaskan secara rinci keterkaitan kasus tersebut dengan Piala Dunia, peristiwa itu disebut memperkuat kekhawatiran publik.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam wawancara dengan harian Swiss Tages-Anzeiger pekan lalu, Pieth menyoroti kondisi politik dan sosial di Amerika Serikat.
Dia menilai situasi domestik, termasuk marjinalisasi lawan politik serta dugaan penyalahgunaan wewenang oleh otoritas imigrasi, tidak memberikan rasa aman bagi para penggemar.
“Untuk para penggemar, satu saran saja: hindari Amerika Serikat. Anda akan mendapatkan pemandangan yang lebih baik lewat televisi,” kata Pieth.
Dia juga memperingatkan bahwa suporter yang bepergian ke AS harus siap menghadapi risiko dipulangkan bila dianggap tidak mematuhi otoritas setempat.
Sepp Blatter sendiri mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA pada 2015 setelah dilanda berbagai skandal, dan posisinya kemudian digantikan oleh Gianni Infantino.
Infantino diketahui menjalin hubungan dekat dengan mantan Presiden AS, Donald Trump.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!