Seluruh Myanmar Terdampak Gempa “Kembar”, Masyarakat Sebut Layaknya Kiamat
📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 11:05 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: istimewa
YANGON – Masyarakat Myanmar begitu shock akibat gempa kembar yang mengguncang dengan magnitude 7,7 dan disusul dengan magnitude 6,2 dengan selang 12 menit kemudian pada Jumat (28/3) siang.
“Sampai sekarang saya masih gemetar dan sangat kaget," kata seorang warga Myanmar, Kyaw Myo saat dihubungi dari Jakarta, tak lama setelah di guncang gempa bumi.
Kyaw Myo menjelaskan saat itu dirinya sedang berada di lantai sembilan apartemennya yang berada di pusat kota Yangon, Myanmar. Meski berjarak 384 mil dari pusat gempa yakni Sagaing, guncangan kuat terasa di Yangon.
Begitu gempa terjadi, ia langsung menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah meja kerjanya. Gempa berlangsung kurang lebih 15 menit, ia tak mampu menutupi kekagetan dirinya.
"Seluruh Myanmar terdampak gempa dahsyat. Seperti kiamat rasanya, mohon doanya," kata Kyaw Myo lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dahsyatnya kerusakan akibat gempa itu membuat pihak Junta Militer Myanmar langsung mendeklarasikan status darurat tak lama usai gempa. Terutama di enam wilayah yang mengalami kerusakan berat akibat gempa yakni Sagaing, Mandalay, Magway, Northeastern Shan State, Naypyidaw, dan Bago.
Pemimpin Junta, Min Aung Hlaing, menyebutkan jumlah korban sementara akibat gempa bumi sebanyak 144 orang dan sedikitnya 732 orang terluka.
Sejumlah video yang beredar di media sosial menampilkan Bandara Internasional Mandalay, Myanmar, mengalami kerusakan berat. Plafon bangunan berjatuhan dan para pengunjung dan pekerja berlari menyelamatkan diri sambil melindungi kepala mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bangunan di Mandalay University pun tak luput dari dampak gempa. Video lain memperlihatkan gedung utama kampus itu ambruk dan terbakar.
Menara pengawas atau ATC di Bandara Naypyidaw yang terletak di ibu kota Myanmbar, ambruk seketika tak lama usai gempa. Foto lainnya yang beredar di media sosial memperlihatkan rumah sakit besar di Myanmar kewalahan menampung korban gempa yang terluka akibat tertimpa bangunan.
Akun media sosial Saw Pyae Hmu yang berdomisili di Yangon menampilkan sejumlah foto yang diambil tak lama pascagempa. Sejumlah bangunan di wilayah yang sebelumnya menjadi ibu kota Myanmar itu ambruk, jalanan putus, dan jembatan penghubung yang ambruk.
Jembatan ikonik yang menghubungkan antara Ava dan Sagaing, Mandalay, Myanmar, pun tak luput dari kerusakan. Foto dan video yang diunggah di media sosial memperlihatkan jembatan yang dibangun pada era kolonial Inggris dan membentang di atas Sungai Irrawaddy itu mengalami kerusakan parah.
Biara yang menjadi tujuan wisata di Myanmar yakni Me Nu Brick Monastery atau yang dikenal dengan Biara Maha Aungmye Bonzan pun mengalami kerusakan parah. Sejumlah foto memperlihatkan atap bangunan biara yang dibangun pada 1818 itu mengalami kerusakan.
Guncangan kuat akibat gempa juga dirasakan di Thailand, Laos, Taiwan hingga China. Thailand menjadi salah satu negara yang mengalami kerusakan berat akibat gempa. Satu gedung yang sedang dalam proses pembangunan di Distrik Chatuchak, Thailand, ambruk hanya dalam hitungan detik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!