Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekda Minta Warga Terlibat Penuh Demi Kejar Target Indeks Kualitas Air DAS Citarum Sampai 60 Poin

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekda Minta Warga Terlibat Penuh Demi Kejar Target Indeks Kualitas Air DAS Citarum Sampai 60 Poin Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar
Ket. Arsip - Situasi pembersihan Saluran Babakan Irigasi Citepus, Astanaanyar, Kota Bandung.

Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman meminta warga terlibat penuh dalam penanggulangan pencemaran, demi mengejar target Indeks Kualitas Air (IKA) Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sampai 60 poin pada Desember 2025.

Keterlibatan masyarakat itu, kata Herman, sangat dibutuhkan karena untuk meningkatkan IKA dari posisi saat ini di 50 poin akan sangat sulit.

"Sekarang akan mengoptimalkan kembali yang sudah baik. Kita ketahui sebelumnya Citarum ini pada kisaran skor 30 poin (cemar berat), sekarang posisi terakhir ada di skor 50,78 poin (cemar ringan), itu sangat berat untuk sampai 60 karenanya butuh kerja bersama," kata Herman dalam keterangan di Bandung, Senin.

Ia menjelaskan, saat ini yang menjadi titik fokus, yakni menghapuskan budaya masyarakat membuang sampah di aliran sungai serta mengedukasi untuk mengelola sampah dari rumah.

"Jadi bukan hanya struktural, tapi titik beratnya bagaimana kulturalnya (budaya), sejauh mana partisipasi masyarakat, RT, RW, kepala desa, camat, dan Forkopimcam bahu-membahu agar IKA Citarum menembus skor 60 poin," ujarnya.

Karenanya, Herman merencanakan berkeliling ke seluruh cakupan DAS Citarum di 13 kabupaten/kota di Jabar untuk meninjau dan mendorong sekda kabupaten/kota ikut berpartisipasidalam upaya menaikkan skor IKA ke angka 60.

"Kita sasar mulai dari hulu, tengah sampai hilir, dan sektor ada 23. Saya kira sudah luar biasa bekerja, nanti akan adu manis dengan partisipasi masyarakat. Kita akan gerakkan juga para sekda (kabupaten/kota) untuk bahu-membahu, memastikan dalam satu setengah tahun, Citarum ada perubahan lebih signifikan," katanya.

Selain itu, Herman juga mengajak masyarakat untuk melakukanZero Food Waste, masalah sampah rumah tangga (organik) dapat dikelola langsung dari rumah atau lingkungan dengan menggunakan maggot dan lubang biopori.

Herman menambahkan, sampah sisa makanan dapat dikelola dengan memanfaatkan maggot sebagai sarana pengurai sampah organik dalam cakupan komunitas masyarakat.

"Kita awali dari sana, tidak ada sampah makanan dibuang ke TPS. Sampah organik ini ditahan di rumah dan dikelola. Jika itu bisa dilakukan, beban sampah akan berkurang 40 persen. Biarkan sampah anorganik yang ada di TPS nanti akan berakhir di TPA Sarimukti," ujarnya.

Karenanya ia berkomitmen akan mengaktifkan kembali di setiap kelurahan di Kota Bandung untuk budi daya manggot dengan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF).

Budi daya maggot metode BSF ini diupayakan agar dapat dikelola oleh RT dan RW dalam upaya pengelolaan sampah organik.

"Jika tetap ada sampah (organik), itu bisa dimanfaatkan untuk maggot. Jadi tiap kelurahan, kami sudah komitmen agar tempat maggot-nya jalan semua. Nanti melalui RT dan RW, makanan sisa bisa digeser ke maggot," ucapnya.

Herman menuturkan, kesadaran dan keterlibatan masyarakat terkait pengelolaan sampah menjadi yang utama dan edukasi masyarakat menjadi prioritas.

"Tentu yang pertama perlu sadar dulu, harus diedukasi tidak ada sampah makanan. Jika ada sisa itu dikelola dengan baik dan berakhir di maggot, ini masalah perilaku," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.