Save the Children Siapkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Sumbar
📅 Kamis, 14 Mar 2024, 15:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Save the Children Indonesia
JAKARTA - Save the Children Indonesia bersama Jemari Sakato menyiapkan berbagai bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang hingga kini telah menelan korban mencapai 32 orang.
"Saat ini tim kami sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk dapat segera melakukan pendataan dan mendistribusikan bantuan," kata Interim Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia Tata Sudrajat dalam keterangan di Jakarta, Kamis (14/3).
Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 12 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat terdampak, dan lebih dari 70.000 jiwa mengungsi termasuk sekitar 15.000 di antaranya adalah anak-anak.
Save the Chidlren Indonesia akan fokus melakukan respons tanggap darurat bencana banjir dan longsor di tiga kecamatan yaitu Tarusan, Bayang dan IV Jurai di Kabupaten Pesisir Selatan.
Respon yang dilakukan bertujuan untuk berupaya memenuhi hak anak dalam situasi darurat seperti hak kesehatan dan kebersihan dengan menyediakan 10 titik air bersih, sanitasi serta 350 paket perlengkapan kebersihan mandiri.
Terkait dengan pemenuhan gizi, Save the Children juga menyediakan makanan bergizi bagi anak serta ibu hamil dan menyusui di tiga titik pengungsian.
Aspek penting lainnya adalah hak pendidikan dalam situasi darurat agar anak-anak tetap bisa belajar, bermain dan pulih melalui ruang ramah anak yang disediakan oleh Save the Children Indonesia.
Laporan global Save the Children sebelumnya pada September 2021 yang bertajuk Born into the Climate Crisis menjelaskan krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini.
Anak-anak di Indonesia yang lahir pada 2020 akan menghadapi tiga kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, dua kali lebih banyak mengalami kekeringan serta tiga kali lebih banyak gagal panen.
Lebih buruk lagi, dampak krisis iklim ini membuat jutaan anak dan keluarga jatuh dalam kemiskinan jangka panjang di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!