Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Risma: Kolaborasi Multisektor Strategi Tangani Kebutaan di Indonesia

📅 Selasa, 31 Okt 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Risma: Kolaborasi Multisektor Strategi Tangani Kebutaan di Indonesia Doc: kemensos.go.id

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan kolaborasi multisektor menjadi strategi dalam mencegah terjadinya kondisi disabilitas termasuk menangani kebutaan di Indonesia sekaligus dalam mendorong produktivitas masyarakat.

Risma menuturkan salah satu pihak yang senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah untuk menangani dan mencegah kebutaan di Indonesia adalah bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

"Saya banyak dibantu oleh Perdami. Setiap bulan kita melakukan operasi katarak dan kami tidak membayar, kami dibantu. Di situ Perdami selalu aktif," kata Risma dalam keterangan di Jakarta, Minggu (29/10).

Risma mengatakan pemerintah sangat fokus pada penanganan dan pencegahan mata katarak sehingga dalam dua tahun terakhir tercatat terdapat 5.775 orang telah mengikuti operasi katarak gratis yang difasilitasi oleh Kemensos.

Menurut WHO, prevalensi kebutaan global yang dipengaruhi oleh masalah sosial nilainya mencapai lebih dari 1 persen yakni lebih tinggi dibanding pengaruh masalah klinis senilai kurang dari 0,5 persen dan masalah masyarakat dengan nilai 0,5-1 persen.

"Ini bisa jadi karena rasa takut masyarakat untuk memeriksakan matanya hingga ketakutan terhadap biaya pengobatan yang mahal," ujar Risma.

Selain itu, pemerintah juga mendorong produktivitas masyarakat yang mengalami disabilitas netra seperti dengan pembuatan alat berbasis teknologi dan melatih anak muda untuk bisa berkarya.

"Kami buat alat dan melatih mereka sesuai dengan passion mereka. Tidak harus mereka menjadi tukang pijat karena sekarang dengan beberapa teknologi itu kan bisa dari text to voice sehingga bisa membantu mereka untuk bisa berkarya," kata dia.

Kemensos juga telah memberi bantuan beberapa komputer yang bisa merubah text to voice untuk beberapa lembaga/yayasan yang menangani anak-anak disabilitas netra.

Pemerintah berupaya mendukung produktivitas tersebut karena ternyata penyakit katarak dan penyakit mata tidak hanya dialami oleh orang tua atau lansia melainkan juga pada anak-anak.

Data WHO menyebutkan 12 orang buta per menit di dunia sedangkan di Indonesia sekitar satu orang buta setiap menitnya seperti di Sulawesi Selatan yakni 2,6 persen penduduknya mengalami kebutaan dan gangguan penglihatan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.