RI Berpotensi Jadi Produsen Ikan Terbesar Global
📅 Selasa, 28 Feb 2023, 07:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa
JAKARTA - RI berpeluang besar menjadi produsen protein ikan terbesar global. Harapan itu terealisasi apabila sebelas wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dikelola secara benar.
Dengan memanfaatkan sumber daya perikanan kelautan berlimpah, Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia melalui sumber daya protein ikan.
Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengatakan Indonesia memiliki sebelas wilayah WPPNRI, di antaranya perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan, perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau, perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian Timur.
Saat ini, Indonesia berada dalam posisi keempat di dunia sebagai negara produsen ikan. Peluang Indonesia untuk naik ke posisi dua atau tiga dunia sebagai produsen ikan sangat terbuka lebar.
"Apabila kesebelas WPPNRI di Indonesia ditangani secara serius saya yakin Indonesia dapat menjadi negara produsen ikan terbesar kedua atau ketiga di dunia," tegas Marcellus Hakeng di Jakarta, Senin (27/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan tegas Marcellus Hakeng tersebut merespons statemen Wakil Presiden K.H Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum kepada Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) bertempat di Gedung Maspardi, Kesatrian AAL, Bumimoro, Surabaya, beberapa waktu lalu.
"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, pemerintah bertekad menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang menjadi basis bagi visi Indonesia Emas 2045," ungkap Wapres.
Disampaikan pula bahwa tujuh pilar kebijakan kelautan Indonesia untuk mewujudkan Jalesveva Jayamahe di antaranya pengelolaan sumber daya kelautan dan pengembangan SDM, pertahanan keamanan, penegakan hukum dan keselamatan di laut serta tata kelola dan kelembagaan di laut. Ekonomi dan infrastruktur kelautan dan peningkatan kesejahteraan, pengelolaan ruang dan perlindungan lingkungan laut, budaya bahari serta diplomasi maritim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Marcellus Hakeng, apa yang disampaikan Wapres itu harus menjadi perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan negara ini.
Pelatihan Nelayan
Capt Marcellus menambahkan pemerintah perlu memprioritaskan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kemaritiman.
"Keahlian dari para pelaut yang bekerja di kapal penangkapan ikan, kapal pesiar, kapal tanker dan kapal lainnya harus terus ditingkatkan. Sehingga negara lain yang menggunakan tenaga pelaut Indonesia semakin bertambah percaya dengan potensi pelaut Indonesia," tandasnya.
Selain perbaikan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pemerintah meningkatkan kualitas pengawasan dan regulasi, pengembangan teknologi dan inovasi, serta penibgkatan kerja sama dengab negara lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!