Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Revolusi Belgia, Gerakan Kemerdekaan yang Mengejutkan Eropa

📅 Rabu, 23 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Revolusi Belgia, Gerakan Kemerdekaan yang Mengejutkan Eropa Doc: Istimewa

Kemerdekaan Belgia yang terjadi secara mengejutkan, berlangsung ketika gelombang revolusi telah mengguncang daratan Eropa terutama di negara tetangga yaitu Prancis.

Pada musim gugur tahun 1830, orang Belgia yang dipimpin oleh Charles Rogier, mengangkat senjata dan mengejutkan para pemimpin Eropa dengan mendeklarasikan kemerdekaan dari Kerajaan Belanda Bersatu pada tanggal 4 Oktober 1830.

Sejarawan Roderick Beaton mengemukakan bahwa banyak pakar sejarah Eropa kala itu menggambarkan beberapa dekade pertama pada tahun 1800 sebagai era revolusi. Salah satu bab yang paling tidak terduga dari era revolusi terjadi pada tahun 1830-1831 dengan Revolusi Belgia.

Pada tahun 1830, Menteri Luar Negeri Prancis, Charles Maurice de Talleyrand, mengklaim bahwa saat itu tidak ada negara Belgia, namun yang ada hanyalah negara Prancis, Fleming atau Belanda dan Jerman.

Namun yang mengejutkan Talleyrand, ribuan orang dimobilisasi tahun itu juga untuk memperjuangkan pengakuan Belgia yang merdeka yang berbeda dari Belanda dan Prancis. Belgia kala itu dikenal sebagai Belanda selatan atau Belanda Austria pada akhir abad kedelapan belas. Dengan demikian, Belgia menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi Suci yang diperintah oleh Dinasti Habsburg di Wina.

Banyak komunitas di Belanda Austria yang makmur selama masa pemerintahan Ratu Maria Theresa dan putranya, Joseph II, pada paruh kedua abad kedelapan belas. Selain itu, beberapa wilayah Belgia saat ini seperti Kota Liège, merupakan entitas terpisah dalam Kekaisaran Romawi Suci.

"Dengan kata lain, hampir tidak ada negara Belgia seperti yang dikenal sekarang pada akhir abad kedelapan belas. Namun, hal ini mulai berubah setelah revolusi melanda negara tetangga Prancis pada tahun 1789," tulis sejarawan Dale Pappas pada laman The Collector.

Terinspirasi oleh Revolusi Prancis, para aktivis Belgia mulai mendorong pemerintahan republik di Belgia yang bersatu. Di Liège, para pemberontak menggulingkan pangeran-uskup yang berkuasa dari kekuasaan dan memproklamasikan republik.

Di wilayah Brabant yang bertetangga di Belanda Austria memberontak terhadap kebijakan sentralisasi Kaisar Joseph II. Tentara pemberontak mengalahkan Austria di Turnhout pada Oktober 1789. Ketika Austria mundur, para pemberontak memproklamasikan negara baru yang disebut Negara-negara Belgia Bersatu (Januari-Desember 1790).

Namun, akademisi Samuel Humes menjelaskan bahwa Negara-negara Belgia Bersatu terpecah antara faksi konservatif dan liberal. Selain itu, Austria kembali dengan kekuatan penuh dan segera merebut kembali wilayah tersebut.

Meskipun demikian, kekuasaan Austria terbukti berumur pendek. Misalnya, antara tahun 1792 dan 1794, Belgia saat ini terombang-ambing antara kendali Austria dan Prancis. Namun, Prancis yang revolusioner memperoleh kendali atas Belgia setelah mengalahkan Austria di Fleurus pada Juni 1794.

Belgia mengalami perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang luas seperti banyak tempat yang ditaklukkan oleh Prancis yang revolusioner atau Napoleon. Sejarawan Michael Rapport mencatat bahwa Prancis mencaplok Belgia pada Oktober 1795.

Napoleon turut memimpin perubahan besar dalam masyarakat Belgia. Sejarawan Alexander Grab menjelaskan bahwa kode hukum yang diterapkan di bawah Napoleon menjadi dasar bagi sistem hukum Belgia berikutnya. Prancis juga mendukung industrialisasi di kawasan tersebut.

"Namun, pemerintahan Prancis tidak sepenuhnya disambut baik oleh penduduknya. Misalnya, banyak yang tidak suka dengan tuntutan keras wajib militer dalam perang Napoleon yang tampaknya seperti tidak berujung," tulis Dale Pappas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.