Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Retno: AIS Forum Bukti Sumbangsih RI untuk Negara Kepulauan

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Retno: AIS Forum Bukti Sumbangsih  RI untuk Negara Kepulauan Doc: kemlu.go.id

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan AIS Forum menunjukkan komitmen kepemimpinan dan kontribusi Indonesia bagi negara-negara pulau dan kepulauan.

Sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar, kata Retno. Indonesia berusaha terus berada di garda depan dalam menghadapi tantangan bersama, seperti perubahan iklim dan naiknya permukaan air laut, polusi laut, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

"Karena kita tahu negara kepulauan adalah negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim," kata Menlu Retno usai memimpin Pertemuan ke-5 Tingkat Menteri AIS Forum di Nusa Dua, Bali, Selasa (10/10).

Indonesia menilai perlunya dibentuk forum yang inklusif yang fokus mencari solusi inovatif dalam menghadapi tantangan global, sekaligus untuk mendorong tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan serta samudra untuk pembangunan berkelanjutan.

Retno optimistis kerja sama di bawah payung AIS Forum membantu negara-negara pulau dan kepulauan dalam mencapai target SDGs. "Di tengah perjalanan menuju SDGs 2030, capaian SDGs saat ini rata-rata masih 12 persen, meskipun angka kita (Indonesia) jauh lebih baik daripada angka dunia. Jadi kerja sama AIS ini juga ditujukan untuk membantu berkolaborasi dalam konteks pencapaian SDGs nomor 14," kata Menlu Retno.

Sejak AIS Forum terbentuk melalui Deklarasi Manado pada 2018, Indonesia aktif memberikan kontribusi untuk arah kerja sama AIS, terutama kerja sama praktis dan solusi inovatif dengan memanfaatkan kearifan lokal di setiap negara.

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi RI mengumumkan komitmen pendanaan 5 juta dolar AS selama 2022-2025 untuk mendukung eksistensi AIS Forum, agar memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan berkelanjutan.

"AIS Forum ini juga merupakan forum global pertama yang bersifat terbuka dan inklusif. Isu inklusivitas ini menjadi salah satu ruh utama pertemuan AIS, karena kita melihat di mana-mana terjadi eksklusivitas, sementara kita memilih melakukan kerja sama secara inklusif yang berarti merangkul, merangkul berarti akan berkontribusi pada perdamaian," kata Retno.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT AIS Forum pertama kali diselenggarakan pada 11 Oktober 2023 di Nusa Dua, Bali. Pertemuan puncak yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo itu disebut Retno akan menjadi tonggak bersejarah yang mendasari sinergi solusi untuk mengatasi tantangan global.

KTT yang mengusung ekonomi biru, masa depan kelautan, dan solidaritas itu diikuti oleh 30 negara dari 51 negara dan empat organisasi internasional. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.