Purbaya: Isu AS–Venezuela Tak Goyang Bursa, Pasar Saham RI Tetap Tenang
📅 Senin, 05 Jan 2026, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai eskalasi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela sejauh ini belum berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pasar saham.
Dia menyoroti respons pasar yang relatif tenang dan bahkan cenderung positif, mencerminkan ketahanan sentimen investor domestik serta keyakinan bahwa risiko geopolitik tersebut belum berimplikasi langsung pada fundamental ekonomi nasional.
"Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar," kata Purbaya ditemui sebelum melakukan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1).
Dari sisi ekonomi makro, Purbaya menyebut potensi dampak eskalasi AS-Venezuela terhadap Indonesia relatif terbatas.
Menurutnya, Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia, karena kapasitas produksinya terbatas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, kata Purbaya, terhadap nilai tukar dampak eskalasi politik kedua negara juga belum memberikan tren yang negatif.
"Harusnya positif," imbuhnya.
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan stabilitas makroekonomi domestik menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah adanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela," ujar Reydi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, bahwa pelaku pasar melihat konflik kedua negara tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak memicu aksi jual yang signifikan.
Dari dalam negeri, Ia mengatakan IHSG ditopang oleh stabilitas makro, optimisme awal tahun, serta rotasi ke saham-saham sektor komoditas energi dan emas yang diuntungkan oleh ketidakpastian global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/1) sore, ditutup menguat 111,06 atau 1,27 persen ke posisi 8.859,19 mencapai level tertinggi sepanjang masa, seiring data perekonomian domestik yang tercatat stabil.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.
“Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!