Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Puluhan Ribu Hektare Tambak Rakyat di Aceh Rusak akibat Banjir

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 14:10 WIB | Oleh:
Puluhan Ribu Hektare Tambak Rakyat di Aceh Rusak akibat Banjir Doc: antara foto
Ket. Tambak di Aceh Timur, NAD.

BANDA ACEH - Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh mencatat seluas 30,7 ribu hektare tambak rakyat rusak akibat banjir bandang yang melanda provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

"Luas tambak rakyat yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di Provinsi Aceh mencapai 30,7 ribu hektare. Tambak rakyat yang rusak tersebut tersebar di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKP Provinsi Aceh Kariamansyah di Banda Aceh, Kamis (22/1).

Ia menyebutkan Kabupaten Aceh Utara dengan tambak rakyat terluas yang rusak akibat bencana banjir tersebut, mencapai 10,6 ribu hektare.

Kemudian, kata dia, Kabupaten Aceh Timur dengan kerusakan seluas 7.094 hektare. Sedangkan kerusakan tambak rakyat di Kabupaten Bireuen mencapai 4.945 hektare.

Sementara kerusakan tambak rakyat di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 3.435 hektare, Kabupaten Pidie dengan luas 1.759 hektare, dan Kabupaten Pidie Jaya mencapai 1.756 hektare.

"Serta kerusakan tambak rakyat di Kota Langsa dengan luas 786 hektare, Kota Lhokseumawe mencapai 304 hektare, dan di Kabupaten Aceh Barat mencapai 3,67 hektare," kata Kariamansyah.

Selain tambak, kata dia, kerusakan juga dialami saluran air ke tambak. Total saluran air tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut sepanjang 629 kilometer.

Saluran tambak dengan kerusakan terpanjang ada di Kabupaten Aceh Utara dengan panjang 333 kilometer dan Kabupaten Bireuen sepanjang 170,87 kilometer.

Sedangkan kerusakan saluran tambak di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 50,95 kilometer, Kabupaten Aceh Timur sepanjang 50 kilometer, dan Kabupaten Aceh Tamiang sepanjang 20 meter.

"Data kerusakan tambak rakyat tersebut akan divalidasi ulang untuk mendapatkan data yang lebih valid. Tambak rakyat tersebut direhabilitasi pada tahun ini dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga tahun," kata Kariamansyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

47 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.