Prospek Pembiayaan UMKM Diperkirakan Lebih Baik
📅 Rabu, 21 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: antara
Kelompok menengah bawah yang menjadi basis utama pasar UMKM belum sepenuhnya pulih.
JAKARTA - Prospek pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026 akan lebih baik dari tahun lalu karena konsumsi domestik yang konsisten sejak beberapa bulan terakhir.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai permasalahan utama yang mempengaruhi pertumbuhan kredit UMKM selama ini bukan dari sisi penawaran pembiayaan, melainkan dari sisi permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan UMKM.
“Ketika ada penurunan suku bunga, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan injeksi likuiditas di perbankan, itu tidak serta-merta menaikkan permintaan kredit, karena masalahnya lebih banyak dari sisi demand atau permintaan,” kata Faisal dari Jakarta, Selasa (20/1).
Menurut Faisal, tren peningkatan permintaan domestik dalam beberapa bulan terakhir, meski tidak seluruhnya berkaitan dengan produk UMKM, tetap akan membantu perbaikan penyaluran kredit. Permintaan tersebut terutama datang dari kalangan menengah atas yang sebagian juga menjadi konsumen produk barang dan jasa UMKM.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, dia menekankan perlunya kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan permintaan di kalangan menengah bawah, yang memiliki korelasi lebih besar dengan produk UMKM.
“Maksud stimulus di sini bukan bansos ya, tetapi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan,” katanya.
Selain itu, aspek pendukung lain juga perlu diperkuat, seperti pendampingan manajemen dan finansial bagi pelaku UMKM, serta pemanfaatan tren digitalisasi untuk memperluas akses pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kebanyakan usaha mikro masih bersifat lokal dengan pelanggan yang dekat-dekat, sehingga perlu dukungan platform digital agar bisa menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.
Pada kesempatan terpisah, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, kemungkinan peningkatan selalu terbuka, apalagi pemerintah gencar mendorong pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Hal yang penting tambah Esther bukan hanya masalah pembiayaan UMKM, sebab mereka bisa berkembang jika ada variabel lain yang mendukung tumbuh kembangnya. Tanpa dukungan itu rasanya sulit berharap UMKM akan lebih moncer tahun ini.
Dukungan itu, pertama tersedianya akses pembiayaan yang cukup. Kedua, pelatihan dan pendampingan UMKM untuk bisa memanfaatkan kredit yang sudah diterima.
Ketiga, evaluasi performa secara berkala UMKM dan keempat akses pasar agar produknya bisa dijual di pasar domestik maupun global
Bergantung Sebaran
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!