Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prospek Pembiayaan UMKM Diperkirakan Lebih Baik

24 Rabu, 21 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Prospek Pembiayaan UMKM Diperkirakan Lebih Baik Prospek Pembiayaan UMKM Diperkirakan Lebih Baik Doc: antara
Ket. Sektor Usaha - Konsumsi Relatif Masih Terkonsentrasi pada Kelompok Menengah Atas

Kelompok menengah bawah yang menjadi basis utama pasar UMKM belum sepenuhnya pulih.

JAKARTA - Prospek pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2026 akan lebih baik dari tahun lalu karena konsumsi domestik yang konsisten sejak beberapa bulan terakhir.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai permasalahan utama yang mempengaruhi pertumbuhan kredit UMKM selama ini bukan dari sisi penawaran pembiayaan, melainkan dari sisi permintaan terhadap barang dan jasa yang dihasilkan UMKM.

“Ketika ada penurunan suku bunga, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan injeksi likuiditas di perbankan, itu tidak serta-merta menaikkan permintaan kredit, karena masalahnya lebih banyak dari sisi demand atau permintaan,” kata Faisal dari Jakarta, Selasa (20/1).

Menurut Faisal, tren peningkatan permintaan domestik dalam beberapa bulan terakhir, meski tidak seluruhnya berkaitan dengan produk UMKM, tetap akan membantu perbaikan penyaluran kredit. Permintaan tersebut terutama datang dari kalangan menengah atas yang sebagian juga menjadi konsumen produk barang dan jasa UMKM.

Namun, dia menekankan perlunya kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan permintaan di kalangan menengah bawah, yang memiliki korelasi lebih besar dengan produk UMKM.

“Maksud stimulus di sini bukan bansos ya, tetapi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan,” katanya.

Selain itu, aspek pendukung lain juga perlu diperkuat, seperti pendampingan manajemen dan finansial bagi pelaku UMKM, serta pemanfaatan tren digitalisasi untuk memperluas akses pasar.

“Kebanyakan usaha mikro masih bersifat lokal dengan pelanggan yang dekat-dekat, sehingga perlu dukungan platform digital agar bisa menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, kemungkinan peningkatan selalu terbuka, apalagi pemerintah gencar mendorong pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal yang penting tambah Esther bukan hanya masalah pembiayaan UMKM, sebab mereka bisa berkembang jika ada variabel lain yang mendukung tumbuh kembangnya. Tanpa dukungan itu rasanya sulit berharap UMKM akan lebih moncer tahun ini.

Dukungan itu, pertama tersedianya akses pembiayaan yang cukup. Kedua, pelatihan dan pendampingan UMKM untuk bisa memanfaatkan kredit yang sudah diterima.

Ketiga, ⁠evaluasi performa secara berkala UMKM dan keempat akses pasar agar produknya bisa dijual di pasar domestik maupun global

Bergantung Sebaran

Sementara itu, Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi menilai optimisme terhadap prospek pembiayaan UMKM pada 2026 perlu dibaca secara lebih struktural. Menurutnya, tren peningkatan konsumsi domestik memang memberi sinyal positif, namun efektivitasnya terhadap UMKM sangat bergantung pada sumber dan sebaran konsumsi tersebut.

Iyuk menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi saat ini masih relatif terkonsentrasi pada kelompok menengah atas, sementara kelompok menengah bawah yang menjadi basis utama pasar UMKM belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat banyak pelaku UMKM masih menahan ekspansi dan cenderung berhati-hati dalam mengakses pembiayaan, meskipun likuiditas perbankan tersedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...
Luar Negeri
Prancis Kerahkan Ribuan Pol...

LA Lakers Bangkit Kalahkan LA Clippers

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
LA Lakers Bangkit Kalahkan ...
Olahraga
Janice Tjen Juarai Ganda Pu...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.