Produksi Benih Padi Lampung Selama 2024 Capai 9.606 Ton
📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 13:28 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Antara
BANDARLAMPUNG - Produksi benih padi di Provinsi Lampung selama 2024 mencapai 9.606 ton dan menjadi pendukung produktivitas pertanian padi daerah ini."Jumlah produksi benih padi berdasarkan data UPTD Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Lampung selama 2024 mencapai 9.606 ton. Dan menjadi peringkat empat nasional dan peringkat satu di Sumatera untuk penghasil benih padi yang produktif," ujar Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin, di Bandarlampung, Sabtu (4/1).
Ia mengatakan untuk jumlah kebutuhan benih padi di Provinsi Lampung tercatat sebanyak 16.608 ton, dan ada juga kekurangan benih sebanyak 7.002 ton. Sehingga masih membutuhkan peningkatan maksimal jumlah produksi benih padi.
"Untuk meningkatkan jumlah benih padi, ada usulan untuk penambahan penangkaran benih pokok dan benih sebar di Lampung agar bisa memperbanyak pembenihan bibit padi disini," katanya pula.
Dia melanjutkan untuk memaksimalkan produksi benih padi, perlu juga ada peningkatan fasilitas UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan, serta harus menambah jumlah petani penangkar benih padi di seluruh kabupaten di Provinsi Lampung.
"Semoga yang diusulkan ini dapat terlaksana agar penyediaan benih unggul padi di Lampung semakin banyak, dan produktivitas semakin baik," ujar dia lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, berdasarkan angka sementara selama 2024 jumlah produksi padi Lampung berjumlah 2,73 juta ton."Dan rata-rata indeks pertanaman padi Lampung adalah 1,87 dan produktivitas 5,2 ton per hektare, ini akan dimaksimalkan terus dengan adanya penyediaan bibit padi unggul yang tahan terhadap cuaca ekstrem," katanya pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!