Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prioritaskan Pengolahan Limbah Menjadi Pupuk Organik

📅 Minggu, 20 Jul 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Prioritaskan Pengolahan Limbah Menjadi Pupuk Organik Doc: Antara

Kuningan, Jawa Barat - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memprioritaskan pengolahan limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik melalui kerja sama dengan PT Berkah Lumintu Sejati.

"Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) sekaligus peluncuran pabrik pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik jenis petroganik di Kecamatan Cidahu," kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Jabar, Minggu.

Ia mengatakan limbah itu selama ini menjadi salah satu sumber pencemaran, yang dapat berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Menurut dia, pengolahan kotoran menjadi pupuk organik merupakan langkah strategis karena tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi memberikan nilai tambah secara ekonomi dan ekologis.

Dian menyebutkan populasi sapi potong di Kuningan mencapai sekitar 31.400 ekor dan sapi perah sebanyak 7.500 ekor, yang menghasilkan limbah cukup tinggi setiap harinya.

"Kotoran hewan yang tadinya menjadi beban kini bisa dimanfaatkan menjadi pupuk bagi petani. Ini kerja taktis dan cerdas yang harus terus kita dorong," ujarnya.

Dia menegaskan kerja sama ini sejalan dengan upaya daerah dalam mendorong pertanian ramah lingkungan, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat melalui sektor pengolahan pupuk.

Selain mengurangi pencemaran, kata dia, keberadaan pabrik pengolahan ini juga membuka lapangan kerja baru dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan.

Sementara itu, Direktur Berkah Lumintu Sejati Ari Bowo Sumarno menjelaskan pihaknya telah menyiapkan tiga unit mesin granul, masing-masing mampu mengolah 4 ton kotoran per hari.

"Dengan tiga mesin, kapasitas pengolahan bisa mencapai 12 ton per hari. Ini sangat membantu menekan dampak limbah terhadap lingkungan," katanya.

Ia menambahkan beberapa wilayah di Kuningan seperti Kecamatan Cigugur, memiliki tempat penampungan terbuka yang rawan mencemari aliran air ke wilayah bawah saat musim hujan.

Pihaknya juga telah mendapat penunjukan dari PT Pupuk Indonesia untuk memproduksi pupuk organik bersubsidi, jenis petroganik yang akan disalurkan ke petani di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.