Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Korsel Temui Perwakilan Dokter Magang Bahas Reformasi Medis

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 08:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Korsel Temui Perwakilan Dokter Magang Bahas Reformasi Medis Doc: AFP/Jung Yeon-je
Ket. Presiden Yoon Suk Yeol dalam pidato nasional yang disiarkan televisi mengatakan tambahan 2.000 penerimaan sekolah kedokteran tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat di daerah-daerah di luar Seoul pada 1 April 2024.

SEOUL - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol bertemu dengan ketua perwakilan dokter magang Park Dan untuk pertama kalinya dan "mendengarkan dengan seksama" mengenai tenggapan mereka atas dorongan pemerintah untuk melakukan reformasi medis, kata kantor kepresidenan.

Yoon pada Kamis bertemu Park, ketua komite darurat Asosiasi Dokter Residen dan Magang Korea mulai pukul 2 siang hingga 4 sore di kantor kepresidenan, ungkap juru bicara kepresidenan KorselKim Soo-kyung dalam keterangan tertulisnya.

Ini merupakan pertemuan pertama sejak para dokter magang meninggalkan tempat kerja mereka pada 20 Februari untuk memprotes rencana pemerintah meningkatkan kuota masuk sekolah kedokteran.

"(Park) menyampaikan pendapat para dokter magang kepada presiden. Dia khususnya menjelaskan secara detail tentang perlakuan buruk dan kondisi kerja para dokter magang, dan presiden mendengarkan dengan penuh perhatian,"kata Kim.

Park mengumumkan pertemuan tersebut dalam pemberitahuan internal kepada asosiasi pada hari sebelumnya, dan mengatakan bahwa pertemuan dengan presiden "pantas untuk dicoba karena kami dapat menyampaikan pendirian para dokter magang kepada (presiden) Yoon" menjelang pemilihan umum 10 April.

"Saya yakin tekad presiden mungkin menjadi pemicu situasi saat ini," kata Park.

Sekitar 12.000 dokter junior mogok kerja dengan mengundurkan diri secara masal sejak 20 Februari untuk memprotes rencana tambahan 2.000 kursi sekolah kedokteran per tahun. Saat ini, kuota tahunan berjumlah 3.058 kursi.

Sejak awal pekan ini, kantor Yoon mengatakan bahwa presiden terbuka untuk pembicaraan dengan dokter junior, namun prospek untuk mengatasi kebuntuan ini masih belum jelas karena pemerintah hanya menunjukkan sedikit tanda-tanda akan mengurangi kenaikan kuota penerimaan sekolah kedokteran.

Selain kerumitan kebuntuan ini, pemerintah telah mengalokasikan kuota penerimaan ke universitas.

Dalam pidato nasionalnya pada Senin, Yoon meminta para dokter untuk membuat "usulan bersama" mengenai peningkatan penerimaan sekolah kedokteran yang sesuai, dengan mengatakan bahwa pemerintah akan terbuka untuk melakukan pembicaraan meskipun mereka yakin kenaikan sebanyak 2.000 adalah jumlah minimum.

Rencana reformasi medis itu menjadi isu hangat dalam pemilihan parlemen minggu depan, di mana Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) yang berkuasa mencoba untuk kembali menjadi mayoritas di Majelis Nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.