Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polusi Jakarta Masih Parah, Pemprov DKI dan Kementerian Terkait Harus Segera Lakukan Langkah Konkret

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 09:07 WIB | Oleh:
Polusi Jakarta Masih Parah, Pemprov DKI dan Kementerian Terkait Harus Segera Lakukan Langkah Konkret Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi polusi udara di wilayah DKI Jakarta.

JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk dan bahkan sudah tidak sehat lagi. Pada Kamis (29/5) lalu, Ibu Kota tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk ketiga di dunia. Berdasarkan data IQAir pukul 05.49 WIB, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 154, yang dikategorikan tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif. Konsentrasi polutan PM2.5 pun tercatat mencapai 60 mikrogram per meter kubik.

Merespons hal ini, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendesak pemerintah daerah bersama kementerian terkait segera mengambil langkah konkret agar lonjakan polusi udara seperti pada 2022 dan 2023 tidak kembali terulang.

“Belum masuk sepenuhnya musim kemarau dan juga di hari libur, tapi kualitas udara di Jakarta sudah masuk dalam tiga besar terburuk di dunia. Ini peringatan yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah daerah dan kementerian terkait,” ujar Eddy dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Eddy, polusi udara yang tinggi dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama dalam meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti ISPA. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

Untuk jangka pendek, Eddy menyarankan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar lebih banyak menggunakan transportasi publik berbasis listrik, tidak membakar sampah, serta mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara untuk jangka panjang, ia mendorong penguatan dan perluasan transportasi umum ramah lingkungan. Electrifikasi transportasi publik, kata Eddy, harus ditingkatkan baik dari sisi jumlah armada maupun cakupan wilayah, terutama ke kawasan padat penduduk di sekitar Jakarta.

“Kita butuh elektrifikasi transportasi publik secara signifikan, agar masyarakat punya alternatif yang lebih bersih dan efisien,” katanya.

Eddy juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi waste to energy (WTE) yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik. Ia menyebut, beberapa kota seperti Surabaya dan Solo sudah mulai mengadopsi teknologi ini melalui proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Teknologi WTE memberi dua manfaat sekaligus: mengurangi tumpukan sampah yang tidak tertampung di TPA dan memproduksi listrik berbasis energi terbarukan, yang bisa menghasilkan kredit karbon sebagai pendapatan tambahan,” jelas Anggota Komisi XII DPR RI itu.

Tak hanya itu, Eddy juga menyoroti peran kualitas bahan bakar minyak (BBM) dalam menyumbang polusi udara. Ia mendorong agar penggunaan BBM berkualitas rendah seperti Pertalite (RON 90) mulai dikurangi, dan beralih ke BBM beroktan lebih tinggi seperti Pertamax Turbo (RON 98) yang lebih ramah lingkungan.

“Pertalite masih digunakan mayoritas kendaraan bermotor dan itu menyumbang polusi besar. Kendaraan mewah atau dengan mesin besar seharusnya menggunakan BBM beroktan tinggi,” tegasnya.

Eddy pun berharap pemerintah dapat mendorong percepatan transisi energi bersih dan pengendalian emisi secara terintegrasi demi menciptakan kualitas udara yang lebih baik, serta menjamin kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.