Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polda NTT Cek Dapur MBG terkait Kelangkaan Gas Elpiji Hampir Sebulan Ini

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 13:25 WIB | Oleh:
Polda NTT Cek Dapur MBG terkait Kelangkaan Gas Elpiji Hampir Sebulan Ini Doc: antara foto
Ket. Kelangkaan gas elpiji di Kota Kupang dalam hampir sebulan ini.

KUPANG - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur menyatakan pihaknya melakukan pengecekan terhadap dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kota Kupang terkait kelangkaan gas elpiji yang terjadi hampir sebulan ini.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, Selasa mengatakan pengecekan tersebutguna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan distribusi yang dapat mempengaruhi ketersediaan gas bagi masyarakat.

"Aparat kepolisian juga berencana melakukan pendalaman terkait penggunaan gas elpiji pada sejumlah SPPG di Kota Kupang," katanya.

Henry mengatakan pengecekan itu dilaksanakan setelah pemeriksaan sejumlah outlet atau agen penjualan gas LPG di Kota Kupang.

Selain ketersediaan, pemeriksaan ini juga memastikan harga jual per tabungnya tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Saat ini sejumlah aparat kepolisian dan instansi terkait tekah melakukan pengecekan langsung ke puluhan outlet penjualan tabung gas elpiji guna memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasaran.

"Ada kurang lebih 60 outlet penjualan gas elpiji ada di Kota Kupang, dan tim masih melakukan pengecekan," ujar dia.

Petugas melakukan pengecekan langsung ke outlet-outlet untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau harga penjualan kepada masyarakat.

Selain itu, aparat kepolisian juga memberikan imbauan kepada para penjual agar tidak menaikkan harga secara berlebihan.

Namun,kegiatan pengecekan sempat terkendala akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kupang pada pagi hari, namun proses monitoring tetap dilanjutkan dan hasil temuan di lapangan akan dilaporkan lebih lanjut.

Dalam proses koordinasi dengan pihak distributor, diketahui bahwa PT Pelita Timor Gas juga telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh outlet agar menjaga stabilitas harga gas elpiji di tingkat penjualan.

Dalam surat tertanggal 9 Maret 2026 tersebut, distributor meminta seluruh outlet menjual LPG kepada masyarakat dengan harga wajar. Untuk gas elpiji 12 kilogram diimbau dijual di bawah Rp300.000 per tabung, sedangkan gas elpiji 5,5 kilogram di bawah Rp200.000 per tabung dan harga tersebut sudah termasuk margin bagi outlet.

“Kami juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak distributor terkait dasar penetapan harga tersebut agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.